Di SPPG Trowulan, MBG Jadi Jembatan Ekonomi bagi Warga Sekitar

2026-01-11 22:31:51
Di SPPG Trowulan, MBG Jadi Jembatan Ekonomi bagi Warga Sekitar
- Saat sebagian besar warga Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, tertidur lelap, Chef Diki dan sepuluh anggota tim dapurnya sudah menyalakan kompor di dapur tempatnya bekerja.Pukul 01.00 dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB), dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trowulan mulai dipenuhi aroma bumbu dan suara wajan mendesis.Kerja keras di tengah malam itu bukan tanpa alasan. Sebab, setiap hari, SPPG Trowulan harus menyiapkan 3.800 porsi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 32 sekolah di Kecamatan Trowulan.Artinya, ribuan anak menunggu makanannya tiba tepat waktu saat jam makan mereka.Untuk memenuhi target tersebut, Chef Diki dan timnya menerapkan jadwal ketat. Persiapan bahan dimulai sejak pukul 20.00 malam hingga 01.00 dini hari.Baca juga: Di Balik Senyum Penerima MBG, Ada Rasa Bahagia Petugas SPPG BanyuwangiBegitu jarum jam menunjuk pukul satu, proses memasak segera dimulai. Sekitar pukul 03.30 hingga 04.00 pagi, proses pengemasan sudah harus berlangsung.Dalam memilih menu, Chef Diki dan tim selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Alasannya sederhana. Mereka memahami bahwa makanan bergizi bukan hanya soal mengenyangkan perut, tetapi juga tentang mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak.Oleh karena itu, setiap menu dipilih dengan mempertimbangkan keseimbangan nutrisi, kesukaan anak, hingga keamanan bahan yang digunakan.Hari ini, menu yang disiapkan adalah bakso ayam, tahu steam, dan buah jeruk. Bakso ayam dipilih karena tinggi protein dan menjadi salah satu makanan favorit anak-anak.Selain memenuhi standar gizi, menu ini juga merupakan hasil dari banyaknya permintaan langsung dari anak-anak yang ingin menikmati bakso di sekolah.Baca juga: Kementan Bidik Proyek Pengembangan Hortikultura di Lahan Kering, Dukung Pelaksanaan MBG"Karena banyak permintaan yang masuk untuk adik-adik minta bakso ayam, kami berupaya kasih yang terbaik buat mereka," ujar Chef Diki sambil mengawasi proses perebusan bakso.Memenuhi permintaan anak bukan berarti mengorbankan kualitas. Saat memasuki area dapur SPPG Trowulan, pengunjung langsung disambut aturan ketat.Setiap orang wajib mengenakan alat pelindung diri lengkap, mulai dari tutup kepala, masker, hingga alas kaki khusus yang telah disediakan.Di langit-langit dapur, terpasang sistem sirkulasi udara yang terus bekerja menyedot udara bekas pemasakan keluar.Setiap kali wajan mendesis atau uap mengepul dari panci besar, sistem ventilasi langsung menarik udara agar tidak mengendap dan mencemari makanan yang sedang disiapkan.Baca juga: Dari SPPG Tlogorejo hingga Meja Sekolah, Perjalanan Panjang Seporsi Makan Bergizi Gratis


(prf/ega)