Waspada Modus Penipuan Kloning Suara AI, Kenali Ciri-cirinya

2026-01-14 02:55:50
Waspada Modus Penipuan Kloning Suara AI, Kenali Ciri-cirinya
Seiring dengan teknologi yang semakin canggih, meningkat pula modus penipuan terhadap masyarakat. Salah satunya adalah modus penipuan kloning suara AI.Mengutip dari akun Instagram Portal Informasi Indonesia (@indonesiago.id), Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mengingatkan kini pelaku penipuan bisa meniru suara orang terdekat hanya dari rekaman singkat lewat teknik AI Voice Spoofing. Apa itu?AI Voice Spoofing adalah metode scam impersonation fraud yang menggunakan AI untuk menkloning suara dan menipu lewat telepon atau pesan suara. Penipu menyalahgunakan suara yang diproduksi dengan AI untuk menghubungi keluarga dengan mengaku dalam keadaan darurat, lalu meminta transfer dana yang dapat merugikan korban dan kerabatnya.Modus ini juga terkenal dengan istilah:Berikut cara pelaku penipuan AI Voice Spoofing melakukan aksinya.Hati-hati, berikut ciri-ciri suara hasil kloning AI.Maka dari itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk waspada dengan penipuan AI Voice Spoofing. Jangan mudah percaya pada suara yang terdengar familiar karena pelaku dapat meniru suara orang terdekat.Simak juga Video: Apakah AI Bisa Bikin Bumi Lebih Sehat?[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-14 03:09