MA Ungkap Penyebab Kematian Hakim Palembang Ditemukan Meninggal di Kosan

2026-01-15 06:54:54
MA Ungkap Penyebab Kematian Hakim Palembang Ditemukan Meninggal di Kosan
Mahkamah Agung (MA) buka suara usai hakim Pengadilan Negeri Palembang, Sumatera Selatan, bernama Raden Zaenal Arief ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Dwikora, Palembang. Hakim tersebut ternyata menderita sakit jantung dan diabetes."Menurut surat keterangan dari RS, penyebab meninggal adalah jantung dan diabetes," kata Plt. Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Sobandi, saat dihubungi, Senin .Sobandi mengatakan, berdasarkan keterangan dari PN Palembang, sakit itu telah lama diderita oleh Raden Zaenal. Namun, korban rutin melakukan kontrol kesehatan."Saat hari meninggalnya, gejala tersebut tidak nampak, tidak ada tanda-tandanya," kata Sobandi.MA pun menyampaikan duka cita atas kematian korban. MA mengakui fakta kerja hakim yang terkadang harus bertugas jauh dari keluarga dan tinggal sendiri atau menyewa kos."Kami sangat berbelasungkawa atas wafatnya rekan sejawat kami yang ditemukan meninggal di tempat kosnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujarnya."Kami menyadari bahwa banyak hakim harus bertugas jauh dari keluarga dan terpaksa tinggal sendiri atau menyewa kos. Kami sangat menghargai dan berterima kasih atas pengorbanan serta dedikasi tersebut," sambung Sobandi.Sejumlah perbaikan telah disusun dan akan dijalankan untuk memperbaiki kehidupan para hakim selama menjalankan tugas. Pertama, MA kini berupaya untuk menempatkan hakim yang lebih ramah keluarga. Mutasi hakim dengan pola ini akan memperhatikan jarak dengan keluarga."Dekat bukan berarti satu kantor, tetapi masih terhubung dengan baik antarwilayah," kata Sobandi.Kedua, adanya call center zoom Badilum. Hakim kini dapat berkonsultasi mengenai penempatan melalui zoom tanpa harus datang ke Jakarta. Ini mempermudah komunikasi dan mempercepat penyelesaian masalah.Poin perbaikan ketiga terkait pengembangan SMART TPM. Sobandi mengatakan MA membangun basis data hakim yang memuat kemampuan, rekam jejak, kapasitas dan kualitas serta terintegrasi dengan Badan Pengawasan MA."Mutasi dilakukan rutin sedikitnya empat kali setahun. Ini memerlukan anggaran yang besar, karena biaya pemindahan hakim tidaklah kecil, namun tetap kami prioritaskan demi pemerataan dan kebutuhan organisasi," tutur Sobandi.Sementara poin perbaikan kelima berkaitan dengan peningkatan fasilitas Kesehatan. MA bekerja sama dengan perusahaan asuransi yang memberikan jaminan kesehatan dengan plafon besar dan jaringan rumah sakit berkualitas.MA juga mendorong setiap hakim melakukan medical check up tiap tahun. Harapan jangka panjang, kata Sobandi, akan ada rumah dinas yang layak bagi hakim di setiap pengadilan."Harapan jangka panjang: rumah dinas atau flat layak di setiap pengadilan. Dengan adanya rumah dinas, hakim dapat tinggal lebih layak dan dapat dipantau kondisinya. Namun pembangunan ini memerlukan anggaran negara yang sangat besar. Kami berterima kasih kepada DPR dan masyarakat yang terus menyuarakan pentingnya peningkatan fasilitas peradilan," tutur Sobandi. Hakim Pengadilan Negeri Palembang, Sumatera Selatan, Raden Zaenal Arief, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Dwikora, Palembang, pada Rabu . Zaenal juga merupakan juru bicara PN Palembang."Kabar duka yang mendalam menyelimuti keluarga besar PN Palembang Kelas IA Khusus. Salah satu hakim senior sekaligus juru bicara PN Palembang, yang dikenal ramah dan berdedikasi, Bapak Raden Zaenal Arief, berpulang ke rahmatullah," tulis keterangan resmi tim juru bicara PN Palembang dikutip, Sabtu .Kondisi itu pertama kali diketahui oleh petugas keamanan kos yang khawatir karena tak melihat Zaenal seperti biasanya. Saat itu, petugas keamanan kos mengecek ke kamar Zaenal, tapi tak ada respons."Setelah dipastikan tidak ada respons dari dalam kamar Zaenal, petugas bersama penghuni lain membuka pintu, dan menemukan almarhum sudah dalam keadaan meninggal dunia," katanya.Tonton juga Video MA: Ada 1.700 Hakim Bersertifikat untuk Tangani Perkara Lingkungan[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-15 04:42