Bukan Sekadar Cerita, Ini Pentingnya Riset dalam Dunia Film

2026-01-12 07:44:27
Bukan Sekadar Cerita, Ini Pentingnya Riset dalam Dunia Film
Ingatkah kamu ketika menonton film awal 2000-an, tetapi mendapati tokohnya sudah menggunakan gawai canggih yang jelas belum ada di era tersebut?Apakah detail kostum dan dialog yang terasa “tidak pada tempatnya”? Sejauh apa sebenarnya riset berperan dalam menjaga keutuhan sebuah film?Ketidaksesuaian detail semacam itu mungkin terlihat sepele, namun kerap mengganggu pengalaman menonton.Lebih jauh lagi, hal tersebut bisa memengaruhi kredibilitas pembuat film di mata penonton.Kesadaran inilah yang mendorong pentingnya riset sebagai fondasi dalam proses produksi film—sebuah topik yang dibahas dalam Kelas Riset Film yang diselenggarakan oleh Kineforum bekerja sama dengan DoResearch.Bertempat di Ruang Seni Rupa Gedung Trisno Soemardjo, kegiatan yang berlangsung pada 5 Desember ini diikuti sekitar 30 peserta.Selama sehari penuh, peserta mendapatkan pembekalan dari dua narasumber, Dodit Wijanarko dan Barly J. Fibriady.Tak hanya pemaparan materi, kelas ini juga diisi dengan praktik menentukan tema dan metode riset film, lengkap dengan sesi presentasi serta umpan balik langsung dari para pemateri.Riset sebagai Penjaga Akurasi CeritaDodit Wijanarko membagikan pengalamannya saat terlibat dalam riset karakter untuk sebuah film. Ia mencontohkan bagaimana seorang penulis skenario meminta bantuan riset untuk tokoh berlatar tahun 1990-an di sebuah daerah tertentu, dengan keseharian berdagang di kawasan lokalisasi.Detail-detail seperti jenis pakaian, pilihan dialog, hingga barang dagangan di warung menjadi krusial untuk ditelusuri.Kesalahan kecil, seperti menghadirkan produk yang belum beredar pada era tersebut, dapat merusak soliditas cerita.Begitu pula kostum yang tidak sesuai zaman bisa membuat penonton merasa “terlepas” dari dunia yang sedang dibangun film.Menurut Dodit, riset film adalah proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan sebelum dan selama produksi untuk memastikan akurasi, kedalaman cerita, serta kekuatan elemen visual.Aspek yang diriset mencakup latar sejarah, budaya, karakter, lokasi, hingga kostum, agar film terasa otentik dan kredibel.


(prf/ega)