Jawaban Fadli Zon soal Potensi Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Jadi Bahan Ajar di Sekolah

2026-01-12 23:19:02
Jawaban Fadli Zon soal Potensi Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Jadi Bahan Ajar di Sekolah
- Setelah 26 tahun tak diperbarui, buku sejarah nasional indonesia dirilis Kementerian Kebudayaan pada Minggu usai melalui proses penulisan ulang.Buku ini berjudul Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global dengan isi yang terdiri dari 11 jilid (10 jilid utama dan satu jilid faktaneka dan daftar pusaka).Total buku ini isinya mencapai 7.958 halaman, yang merupakan hasil karya 123 penulis dari 34 perguruan tinggi Indonesia.Sementara editor umumnya berjumlah tiga orang, ditambah dengan 20 orang editor jilid yang berpartisipasi.Lantas apakah buku ini akan menjadi bahan guru-guru mengajar murid di sekolah?"Saya kira ini bisa menjadi salah satu acuan, tapi tentu ini kan kebijakan itu ada nanti kepada Menteri Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah) atau Dikti (Menteri Pendidikan Tinggi)," ujar Menteri Pendidikan Kebudayaan, Fadli Zon ditemui usai acara yang berlangsung di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat, Minggu.Baca juga: Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Dirilis, Setebal 7.958 HalamanUsai penyerahan secara simbolis, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama beberapa editor umum dan editor jilid.Menurut salah satu editor umum, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum., buku sejarah nasional Indonesia ini diproyeksikan sebagai salah satu bahan ajar di sekolah."Mungkin bisa digunakan oleh sekolah-sekolah, maka penggunaan digital humanities ini sangat penting sekali," kata Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro ini.Singgih paham, jika buku ini disajikan kepada para pelajar atau pemuda atau Gen Z mungkin baru melihat saja mereka sudah mabuk duluan."Oleh sebab itu ini menjadi basic bagi guru maupun peneliti bagaimana nanti ini dijadikan sebagai bahan dasar untuk menyusun narasi-narasi yang lebih bisa dipahami," tutur Singgih.Ia menekankan sekarang ini banyaknya hoaks dan pseudohistory, sesuatu yang tampak seperti sejarah tetapi sebetulnya tidak ditulis dengan dasar metodologi yang dan sumber yang valid menjadi tantangan.Baca juga: Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Tebalnya 7.958 Halaman, Bicara Apa Saja?


(prf/ega)