10 Tips Pilih Kontraktor agar Tak Rugi di Tengah Jalan

2026-01-12 14:29:22
10 Tips Pilih Kontraktor agar Tak Rugi di Tengah Jalan
- Sebelum memulai renovasi atau membangun rumah, memilih kontraktor yang tepat adalah langkah paling krusial agar dana tidak jebol di tengah jalan.Banyak kasus kerugian terjadi karena pemilik rumah tergiur harga murah atau kurang teliti memeriksa rekam jejak kontraktor.Akibatnya, proyek mangkrak, kualitas bangunan buruk, bahkan biaya bisa membengkak berkali-kali lipat.Untuk menghindari hal itu, kenali tanda-tanda bahaya yang sering diabaikan calon klien.Memahami 10 hal penting ini dapat membantu menjaga anggaran tetap aman, pekerjaan sesuai standar, dan proses pembangunan berjalan lancar tanpa drama.Baca juga: Lebih Baik Pakai Bata Merah atau Bata Ringan untuk Bangun Rumah Modern? Ini Kata ArsitekWikimedia Commons Ilustrasi tukang bangunan. 10 Tips Memilih Kontraktor Agar Tidak Boncos Saat Membangun RumahMemilih kontraktor yang tepat adalah kunci agar proyek renovasi atau pembangunan rumah berjalan lancar dan sesuai anggaran.Perhatikan beberapa tips penting berikut agar terhindar dari kerugian dan pengerjaan yang mengecewakan.Baca juga: Bata Merah Vs Bata Ringan, Mana yang Lebih Tepat untuk Bangunan Bertingkat?Sebelum memilih kontraktor, pastikan mereka memiliki lisensi resmi dan asuransi yang berlaku. Ini bukan hanya soal legalitas, tetapi juga melindungi dari risiko finansial jika terjadi masalah selama proyek."Selalu pastikan kontraktor memiliki lisensi valid serta asuransi tanggung jawab dan kompensasi pekerja. Jika mereka tidak bisa menunjukkan bukti, lebih baik tinggalkan," jelas Jeri Goodwin-Dausey, kontraktor umum bersertifikat, dilansir dari The Spruce .Baca juga: Bata Merah Vs Bata Ringan, Mana yang Lebih Tepat untuk Bangun Rumah 2 Lantai?Sistem pembayaran idealnya bertahap sesuai progres kerja.Jika kontraktor meminta uang muka terlalu besar, lebih dari 10–15 persen kecuali untuk pekerjaan khusus, ini bisa jadi tanda masalah arus kas.Ramin Bassam, Presiden RANE Construction, mengingatkan bahwa tawaran harga terlalu murah dibanding standar pasar sering berujung pada kualitas buruk dan biaya tambahan tak terduga.Baca juga: Jangan Salah Pilih, Ini Ciri Bata Merah dan Bata Ringan yang Bagus untuk RumahKesepakatan lisan rawan salah paham. Kontrak tertulis wajib ada, mencakup rincian pekerjaan, jadwal pembayaran, waktu penyelesaian, hingga garansi.Ramin Bassam menegaskan, “Transparansi sejak awal adalah indikator profesionalisme kontraktor".Baca juga: Bata Merah atau Bata Ringan? Simak Perbandingan dan Fungsinya Menurut Ahli UGM


(prf/ega)