Kasus Pembunuhan Guru Melani di Yahukimo, Pelaku Tidak Terkait KKB

2026-01-14 01:05:29
Kasus Pembunuhan Guru Melani di Yahukimo, Pelaku Tidak Terkait KKB
YAHUKIMO, - Kepolisian Daerah (Polda) Papua memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif masyarakat dalam mengungkap kasus pembunuhan tragis seorang guru, Melani Wamea, di Distrik Holuwon, Kabupaten Yahukimo. Pelaku berinisial EB kini telah diserahkan warga kepada aparat kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.Penyerahan pelaku dilakukan oleh masyarakat Distrik Holuwon pada Minggu sekitar pukul 10.00 WIT. Langkah kooperatif warga ini dinilai sebagai wujud kesadaran hukum yang tinggi di wilayah tersebut."Ini adalah bentuk nyata kesadaran hukum masyarakat dan wujud sinergi yang solid antara Polri dan warga,” ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, dalam keterangan tertulisnya, Minggu sore.Baca juga: Keluarga Minta Pelaku Penyerangan terhadap Guru Melani di Yahukimo Diusut TuntasKombes Cahyo menjelaskan bahwa peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Jumat, 10 Oktober 2025 silam, sekitar pukul 11.09 WIT. Setelah penyelidikan intensif oleh Satreskrim Polres Yahukimo, warga akhirnya memilih menyerahkan pelaku secara langsung.Setelah diserahkan, pelaku EB langsung menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Dekai. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pelaku dalam kondisi sehat, baik secara jasmani maupun rohani.“Saat ini, EB sudah berada di ruang Satreskrim Polres Yahukimo untuk pemeriksaan lanjutan. Penyidik sedang melengkapi administrasi penyidikan guna memastikan proses hukum berjalan profesional, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku,” jelas Cahyo.Baca juga: Kurang dari 24 Jam, 2 Warga Diserang OTK di Yahukimo, Korban Tewas dan KritisKasus pembunuhan Guru Melani Wamea sempat menjadi sorotan publik. Guru di Sekolah John Wilson tersebut meninggal dunia saat hendak mengajak anak-anak muridnya menanam pohon di lokasi yang tak jauh dari sekolah.Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini murni merupakan tindakan kriminalitas dan tidak berkaitan dengan aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang ada di Kabupaten Yahukimo.Teka-teki meninggalnya Guru Melani kini menemukan titik terang. Polda Papua mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung penegakan hukum demi terciptanya situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Tanah Papua.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-14 00:11