SEMARANG, - Suasana haru mewarnai empat hari pertama program makan gratis di sebuah warung di Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.Warung bernama Warma itu membuka pintunya bagi mahasiswa perantauan asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana.Sejak dibuka, beberapa mahasiswa banyak yang datang dalam kondisi yang menggugah emosi pemilik warung.Sebagian dari mereka, kata Dion Edison, Kepala Operasional Warma, tiba dengan wajah letih, bahkan ada yang hampir menangis saat menceritakan situasi keluarga di kampung halaman.Baca juga: Warung di Tembalang Sediakan Makan Gratis untuk Mahasiswa Sumatera Terdampak Bencana“Ada yang cerita rumahnya sudah tidak berbentuk, tertimbun lumpur setinggi dua meter. Ada juga yang hampir menangis karena bingung, hewan ternak yang selama ini jadi sumber biaya kuliah ikut hanyut,” ujar Dion, Rabu .Tak sedikit yang datang tanpa membawa uang sepeser pun. Hal itu membuat hatinya teriris.“Ada yang benar-benar tidak punya uang untuk makan. Biasanya kami biarkan mereka makan dulu, baru kami ajak ngobrol,” lanjutnya.Bagi mahasiswa perantauan yang hidup bergantung sepenuhnya pada kiriman orang tua, putusnya komunikasi selama berhari-hari membuat mereka kesulitan membayar kos, transportasi, hingga makan sehari-hari.Dion menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menyediakan makanan gratis, tetapi juga siap membantu kebutuhan lain yang memungkinkan.“Kalau ada yang bisa kami bantu selain makanan, akan kami bantu. Yang penting mereka tidak merasa sendirian,” ucapnya.Baca juga: UB Buka Crisis Center bagi Mahasiswa Penyintas Banjir SumateraBahkan sejumlah mahasiswa juga menanyakan pekerjaan ke tempatnya agar tetap bisa melanjutkan kuliahnya."Kemarin ada yang tanya soal kerja juga. Nanti kita akan bantu semampu kita," lanjut dia.Warma membuka layanan makan gratis setiap hari dari pukul 09.00 WIB hingga 24.00 WIB. Mahasiswa cukup menunjukkan KTP atau kartu mahasiswa untuk pendataan, agar bantuan dapat dibagikan secara merata jika jumlah penerima meningkat.“Kami tidak ingin ada mahasiswa yang kelaparan di perantauan. Kalau banyak yang datang, kami akan atur agar semua dapat bagian,” ujar Dion.Inisiatif ini diumumkan melalui akun Instagram @warmah.semarang dan rencananya juga disebar lewat TikTok agar menjangkau lebih banyak mahasiswa terdampak.Baca juga: Kemendikti Alokasikan Rp 129 Miliar untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera“Kami berharap informasi ini bisa menyebar luas. Jangan sampai ada mahasiswa yang kesulitan, tetapi tidak tahu bahwa ada bantuan di sini,” katanya.Program ini sendiri sudah berjalan empat hari, dan Warma berencana melanjutkannya hingga satu hingga dua bulan ke depan, bergantung pada kebutuhan mahasiswa dan ketersediaan dana internal."Ini sifatnya all you can eat. Silakan makan apa pun yang ada di sini. Kami hanya ingin membantu meringankan beban mereka,” kata Dion.
(prf/ega)
Cerita Dion Gratiskan Makanan untuk Mahasiswa Usai Bencana Sumatera, Banyak yang Letih dan Bingung
2026-01-12 04:22:05
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:07
| 2026-01-12 04:59
| 2026-01-12 04:51
| 2026-01-12 02:33
| 2026-01-12 02:32










































