Cerita Warga Panik dan Ketakutan Saat Api Kebakaran Lahan Gambut Dekati Perumahan

2026-01-12 03:33:52
Cerita Warga Panik dan Ketakutan Saat Api Kebakaran Lahan Gambut Dekati Perumahan
PEKANBARU, - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nyaris menghanguskan Perumahan Zaira Permai di Jalan Yuzura, RT 12 Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu .Sekitar pukul 15.00 WIB, situasi mulai mencekam. Kobaran api dan kepulan asap mengarah ke Perumahan Zaira Permai dan Perumahan Marwah.Warga yang berada di dekat sumber api keluar rumah karena ketakutan. Dalam kondisi panik, beberapa warga menyiapkan air dalam ember untuk berjaga-jaga. Sebagian lainnya menjauh dari lokasi agar tidak terpapar asap.Tiupan angin kencang mendorong api semakin dekat hingga berjarak sekitar 50 meter dari rumah warga. Seluruh perumahan dipenuhi asap, membuat warga menutup pintu rapat-rapat."Kami panik dan ketakutan melihat api kebakaran yang sangat besar dekat rumah," ujar salah seorang warga, Ocu Rizal, saat ditemui Kompas.com, Sabtu.Baca juga: Kebakaran Lahan di Kampar Riau, Tim Pemadam: Diduga Sengaja DibakarIa mengatakan, dirinya dan keluarga sesak napas akibat asap karhutla. Untuk keselamatan, keluarganya segera diungsikan."Anak-anak sama istri sudah saya ungsikan ke tempat yang aman. Saya jaga-jaga dekat rumah untuk melihat situasi," ujarnya.Ocu Rizal menyebut kebakaran membesar sekitar pukul 14.30 WIB, diperparah angin kencang.Saat api membesar, hanya ada dua petugas—anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa—dibantu dua warga yang berjibaku memadamkan api. Namun, keduanya berada lebih dekat ke Perumahan Marwah."Petugas padamkan api di dekat Perumahan Marwah, karena api awalnya dari sana. Tapi api yang mengarah ke perumahan kami, belum ada petugas yang datang membantu," kata Ocu Rizal.Baca juga: Palangka Raya Catat 150 Kejadian Karhutla, Pemkot Waspada Bencana Susulan Imbas Cuaca PanasHingga satu setengah jam kemudian, belum terlihat petugas lain datang ke lokasi.Hal serupa disampaikan warga lainnya, Metronaldi. Ia mengaku panik saat api makin dekat."Ya, kami semua panik, bang. Api besar sekali dan asap memenuhi perumahan kami. Saya tutup pintu, karena ada anak-anak di rumah," ujarnya.Metro mengecek rumahnya berulang kali untuk memastikan tidak ada bara api terbawa angin."Saya pantau terus rumah, takut ada bara api terbang. Alhamdulillah, sejauh ini aman," katanya.


(prf/ega)