Filipina-China Memanas di Laut China Selatan, Nelayan sampai Terluka

2026-01-11 22:18:50
Filipina-China Memanas di Laut China Selatan, Nelayan sampai Terluka
- Pemerintah Filipina melaporkan sejumlah nelayan terluka akibat aksi kapal penjaga pantai China di perairan sengketa Laut China Selatan.Insiden tersebut terjadi setelah kapal China menyemprotkan meriam air dan melakukan manuver penghalangan terhadap kapal nelayan Filipina pada Jumat .Sebagaimana dilaporkan Associated Press, Sabtu , peristiwa itu melibatkan sekitar 20 kapal nelayan Filipina di sekitar Sabina Shoal dan disebut membahayakan keselamatan awak kapal.Baca juga: Laporan Rahasia: AS Bakal Kalah Telak jika Perang Terbuka dengan China, Ini PenyebabnyaPenjaga pantai Filipina menyatakan, sedikitnya tiga warga Filipina terluka, sementara dua kapal nelayan mengalami kerusakan akibat tindakan agresif tersebut.Selain menggunakan meriam air bertekanan tinggi, personel penjaga pantai China yang mengoperasikan perahu karet kecil diduga sengaja memutus tali jangkar sejumlah kapal nelayan Filipina.Tindakan tersebut membuat kapal-kapal nelayan terombang-ambing di tengah arus kuat dan gelombang tinggi, sehingga membahayakan keselamatan awak.Baca juga: Asia Timur Memanas, Korsel dan Jepang Kerahkan Jet Tempur Respons Patroli Gabungan Rusia-ChinaNASA via Wikimedia Commons Citra satelit Mischief Reef di timur Kepulauan Spratly seperti yang terlihat pada 1 April 2022. Pangkalan militer Beijing di Laut China Selatan semakin kuat, dengan fasilitas canggih termasuk peluncuran bom nuklir, menurut citra satelit terbaru.Dua kapal penjaga pantai Filipina segera dikerahkan untuk memberikan pertolongan kepada para nelayan di lepas pantai Sabina Shoal.Namun, upaya tersebut tidak berjalan mulus lantaran kapal-kapal penjaga pantai China melakukan manuver penghalangan yang dinilai berisiko tinggi.Juru bicara penjaga pantai Filipina, Komodor Jay Tarriela, mengungkapkan salah satu kapal China bahkan mendekat hingga jarak sekitar 35 yard dari kapal Filipina pada malam hari. Ia menilai tindakan tersebut menunjukkan eskalasi yang serius.“Penjaga pantai China kini menargetkan nelayan biasa, warga sipil, dan ini jelas membahayakan nyawa mereka,” ujarnya dikutip dari Independent, Sabtu .Meski menghadapi gangguan, penjaga pantai Filipina akhirnya berhasil menjangkau para nelayan pada Sabtu pagi.Pertolongan medis darurat diberikan kepada korban luka, disertai distribusi pasokan penting, yang menandakan situasi mulai terkendali.Filipina mendesak China mematuhi standar perilaku internasional dan mengutamakan keselamatan jiwa di laut.Baca juga: Pengadilan China Perintahkan Malaysia Airlines Bayar Rp 54,7 Miliar ke Keluarga Korban MH370Hingga kini, otoritas China belum memberikan tanggapan resmi atas laporan terbaru tersebut.


(prf/ega)