Tingkatkan Kualitas, BP Tapera Buat Katalog Kontraktor Rumah Subsidi

2026-02-05 09:32:44
Tingkatkan Kualitas, BP Tapera Buat Katalog Kontraktor Rumah Subsidi
JAKARTA, - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) membocorkan platform e-katalog kontraktor yang nantinya akan dibuat merupakan usulan dari pengembang."Itu kan masukkan juga dari teman-teman asosiasi," jelas Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho di kantornya, Jakarta, Selasa .Tujuan katalog bagi kontraktor yaitu meningkatkan kualitas rumah subsidi ke depan. Karena, perlu dipertimbangkan assessment (persetujuan) atau sertifikasi standarisasi kontraktor-kontraktor yang selama ini mendukung pembangunan rumah subsidi para pengembang.Katalog kontraktor diperlukan, karena tidak semua pengembang membangun sendiri, banyak di antara mereka menggunakan jasa kontraktor.Jika kontraktor beres disertifikasi, tentu mereka memiliki kualifikasi dan standar tertentu, bersamaan dengan rumah contoh yang pernah dibangun.Baca juga: Mengenal SiPetruk, SiKasep dan SiKumbang, Aplikasi Perumahan SubsidiSkema selanjutnya yang akan dilakukan adalah dengan memasukkan para kontraktor bersertifikat tersebut ke dalam e-katalog.Hal ini tentunya akan mendorong pilihan bagi pengembang untuk bisa menggunakan kontraktor tersertifikasi yang sudah dijamin BP Tapera untuk membangun rumah subsidi sesuai standar dan kualitas yang ditetapkan.Heru menambahkan, penilaian yang akan dilakukan BP Tapera dari sisi kualitas rumah yang dibangun, ketepatan sasaran, serta keterhunian suatu perumahan."Apakah kualitas pembangunannya enggak bagus, apakah lokasinya juga enggak bagus, kemudian juga prasarana utilitasnya juga enggak bagus, lokasi yang enggak bagus misalkan banjir, dekat dengan tanah longsor misalkan, itu kan seharusnya saat ini yang berjalan seperti itu," tutur dia.Sebetulnya, fitur khusus untuk mengawasi kontraktor telah dibuat Mantan Direktur Utama (Dirut) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin yakni Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk).Sistem tersebut saat ini sedang diadopsi kembali BP Tapera bersama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kawasan Permukiman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).Baca juga: SiPetruk Bantu Pengembang Pantau Perumahan yang Dibangun Kontraktor"Namun demikian kan teman-teman pengembang masih ada kekhawatiran juga ketika diimplementasikan, itu justru menjadikan beban bagi teman-teman, karena banyak sekali foto-foto per tahapan konstruksi rumah subsidi itu yang harus di-upload (diunggah)," tutur Heru.Sejauh ini, BP Tapera tengah menyederhanakan SiPetruk agar hanya butuh komponen-komponen utama yang diunggah agar menjadi suatu keyakinan bahwa kualitas pembbangunan ruma subsidi sudah bagus."Contohnya dari sisi tulangan besinya, dari sisi fondasinya. (Tetap diteruskan?) Kita sih ingin diterusin, tapi itu harus di-disikat lagi ya, dengan Kementerian (PKP). Itu sebenarnya kalau e-katalog untuk kontraktor itu, itu cukup perluasan fitur dari SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang) saat ini saja," tandasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-05 07:47