3 Cara Mudah Hindari Tabrakan Beruntun di Jalan Tol

2026-02-01 22:02:09
3 Cara Mudah Hindari Tabrakan Beruntun di Jalan Tol
JAKARTA,  - Hindari Tabrakan Beruntun di Jalan Tol, Ini 3 Cara Mudah Kejadian tabrakan beruntun sering terjadi di jalan tol.Apalagi saat momen libur akhir tahun, di mana banyak kendaraan yang menggunakan jalan bebas hambatan tersebut.Sebenarnya, supaya tidak terlibat tabrakan beruntun caranya sangat mudah.Baca juga: Tabrakan Beruntun di Tol Layang MBZ, Ingat Aturan di Lajur KananDokumentasi Polres Ngawi RINGSEK: Mobil Toyota Avanza ringsek bagian depan setelah terlibat dalam kecelakaan beruntun di ruas Tol Ngawi-Surabaya kilometer 588, Desa Kasreman, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis .Cuma memang kebanyakan pengemudi memilih untuk tidak melakukannya, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menjelaskan tiga cara gampang untuk mencegah terlibat tabrakan beruntun di jalan tol. "Pertama, jaga jarak aman. Enggak usah sok sundul-sundulan karena mengerem itu ada batas toleransinya," kata Sony kepada Kompas.com, belum lama ini.Jaga jarak aman paling mudah adalah pastikan mobil di depan selisih sekitar tiga detik dari pengemudi.Baca juga: Pekan Ini Ganjil Genap Jakarta Hanya Berlaku 4 HariSelain itu, sisakan jarak aman untuk mengerem.Kalau mobil depan berhenti mendadak, ada ruang untuk mengurangi kecepatan dan menghindari tabrakan. "Jika ada mobil di belakang yang mendekat, artinya dia minta dibuka jalur, berikan saja," kata Sony.Kadang ada pengemudi yang tidak suka didahului, lebih baik jangan seperti itu.Mobil dari belakang yang terlalu mepet berbahaya, ada risiko dia gagal mengerem dan akhirnya bisa menabrak. "Kedua, atur manajemen perjalanan supaya tidak perlu buru-buru di jalan," kata Sony.Kalau perjalanan sudah direncanakan, maka pola pikir pengemudi lebih mengutamakan keselamatan.DOK. Polda Metro Jaya Sebuah truk menabrak mobil Mitsubishi Pajero Sport Z di Jalan Tol Akses Pelabuhan Tanjung Priok KM 67A, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin . Berbeda kalau terburu-buru, cenderung ingin cepat sampai dan lupa untuk jaga jarak aman dengan mobil di depannya. "Ketiga, berkendara di lajur kiri dengan kecepatan yang sesuai," kata Sony.Lajur kiri yang dimaksud bukan yang paling kiri untuk angkutan barang dan bus.Tapi, pastikan juga kecepatannya sesuai, tidak lebih lambat dari truk atau bus, karena malah bisa menghambat laju lalu lintas.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-02-01 20:53