NAYPYIDAW, - Jet tempur milik junta militer Myanmar membombardir sebuah rumah sakit umum di Mrauk-U, Negara Bagian Rakhine, Rabu malam.Serangan ini terjadi menjelang pemilu di Myanmar yang sedianya digelar pada 28 Desember, sebagaimana dilansir AFP.Seorang pekerja kemanusiaan bernama Wai Hun Aung melaporkan, serangan tersebut menewaskan 31 orang dan menyebabkan 68 orang lainnya terluka. Baca juga: Asyik Nobar SEA Games 2025, Puluhan Warga Myanmar DibomDia memperkirakan, jumlah korban tewas akan terus bertambah. Di luar rumah sakit, terlihat sedikitnya 20 jenazah yang terbungkus kain. Serangan ini terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Sebanyak 10 pasien rumah sakit langsung tewas di tempat."Situasinya sangat mengerikan. Untuk saat ini, kami dapat memastikan ada 31 korban jiwa dan kami memperkirakan akan ada lebih banyak korban jiwa," kata Wai.Negara Bagian Rakhine sendiri hampir sepenuhnya dikuasai oleh Tentara Arakan alias Arakan Army (AA), kelompok separatis etnis yang sudah lama aktif sebelum kudeta militer 2021. Baca juga: AS Pulangkan Ribuan Warga Myanmar Usai Cabut Status Imigrasi, Sebut Negara Sudah AmanAA adalah salah satu kelompok oposisi paling kuat dalam perang saudara Myanmar yang kini semakin sengit.Saat ini, AA menguasai hampir seluruh wilayah Rakhine, kecuali tiga kotapraja.Juru bicara junta militer Myanmar tidak dapat dihubungi AFP dengan segera untuk dimintai komentar.AA telah muncul sebagai salah satu kelompok oposisi paling kuat dalam perang saudara yang melanda Myanmar, bersama dengan milisi etnis minoritas lainnya dan pendukung demokrasi yang mengangkat senjata setelah kudeta.Para pemberontak yang tersebar awalnya kesulitan untuk maju. Akhirnya, tiga kelompok milisi, salah satunya AA, bersepakat membentuk aliansi dan melancarkan serangan gabungan pada 2023.Baca juga: Trump Cabut Perlindungan Imigran Myanmar di AS, HRW: Keputusan MengerikanSerangan serentak tersebut ternyata membuat militer kewalahan dan mendorong tentara untuk memperkuat barisannya dengan pasukan wajib militer.AA merupakan salah satu "Aliansi Tiga Persaudaraan". Dua faksi lainnya tahun ini menyetujui gencatan senjata yang dimediasi oleh China sehingga AA menjadi satu-satunya faksi yang tersisa.AA telah terbukti sebagai lawan yang kuat bagi junta militer Myanmar, menurut para pengawas konflik.Namun ambisi kelompok tersebut sebagian besar terbatas pada wilayah mereka di Rakhine, yang terhimpit oleh pantai Teluk Bengal dan pegunungan yang ditutupi hutan di utara.Kelompok tersebut juga dituduh melakukan kekejaman termasuk terhadap minoritas etnis Rohingya di wilayah tersebut.Baca juga: Junta Myanmar Tangkap 1.590 WNA dalam Penggerebekan Pusat Scam di Perbatasan Thailand
(prf/ega)
Pasien Rumah Sakit Dibombardir Jet Tempur Malam-malam, 31 Tewas
2026-01-12 05:21:49
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:20
| 2026-01-12 05:16
| 2026-01-12 05:05
| 2026-01-12 05:03
| 2026-01-12 03:02










































