Pelabuhan Ciwandan Siapkan 3 Dermaga Hadapi Puncak Mudik Natal-Tahun Baru

2026-01-14 06:29:03
Pelabuhan Ciwandan Siapkan 3 Dermaga Hadapi Puncak Mudik Natal-Tahun Baru
PT Pelindo Regional 2 Banten atau Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, menyiapkan tiga dermaga guna mengantisipasi lonjakan mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, mengatakan tiga dermaga yang disiapkan meliputi Dermaga 5A, Dermaga 7, dan Dermaga 2."Kami menyiapkan tiga tambatan, namun sampai hari ini baru Dermaga 5A dan Dermaga 7 yang digunakan. Untuk Dermaga 2 belum diaktifkan karena menunggu arahan regulator baik BPTD maupun KSOP," kata Benny dilansir Antara, Selasa (23/12/2025).Kapasitas Dermaga 5A cukup besar, karena dapat digunakan untuk dua tambatan kapal besar sekaligus. Dalam satu kali angkut, kapal tersebut mampu memuat 150 hingga 200 unit truk.Terkait kondisi arus lalu lintas, Benny menyebutkan telah terjadi peningkatan volume kendaraan, khususnya truk golongan VII, sejak Minggu (21/12) malam. Peningkatan ini terjadi karena Pelabuhan Ciwandan difungsikan untuk memecah kepadatan antrean di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara."Sejak Minggu malam terasa betul peningkatan arus truk. Ini karena kami mem-backup lonjakan di BBJ, jadi untuk mengantisipasi di sana, kami buka layanan untuk golongan VII di sini," katanya.Selain kesiapan dermaga, Pelindo juga menyediakan dua lokasi kantong parkir (buffer area) untuk kendaraan roda dua dan truk. Area tersebut dilengkapi fasilitas penunjang seperti gerai UMKM, toilet, mushala, hingga layanan kesehatan. Pelabuhan juga membagikan vitamin dan makanan ringan kepada para sopir truk untuk menjaga stamina mereka selama perjalanan."Sesuai prediksi dan rapat koordinasi, tahun ini memang ada peningkatan arus, apalagi kendaraan roda dua (R2) tahun ini mandatori lewat Ciwandan. Namun, Insyaallah lancar, mudah-mudahan alam mendukung," kata Benny.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-14 05:41