Hanya 2 Jalur Non Tes PTN Ini yang Wajib Pakai Nilai TKA 2025

2026-01-31 09:53:35
Hanya 2 Jalur Non Tes PTN Ini yang Wajib Pakai Nilai TKA 2025
— Siswa SMA, SMK yang sudah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025, dapat mengikuti dua seleksi non tes masuk perguruan tinggi negeri.Saat ini hasil nilai TKA sudah diumumkan sejak 23 Desember dan secara bertahap akan didistribusikan ke satuan pendidikan dan selanjutnya ke siswa.Penggunan TKA pada dua jalur masuk nasional Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ini termasuk sistem baru untuk tahun 2026.Jadi, siswa yang ingin masuk kampus tujuan, bisa memperhatikan ketentuan yang ada.TKA baru diterapkan kepada siswa SMA, SMK mulai tahun 2025. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan TKA bukan sebagai penentu kelulusan siswa. Tetapi sebagai validator nilai rapor.Baca juga: Mulai 5 Januari, Siswa SMA-SMK Bisa Terima Hasil TKATerutama untuk jalur masuk non tes yang pada tahun 2025 dan sebelumnya hanya menggunakan nilai rapor sebagai dasar seleksi. Di samping, siswa dapat menunjukkan prestasi selama sekolah dan portofolio untuk jurusan seni dan olahraga.Lalu jalur masuk PTN 2026 mana yang menggunakan nilai TKA?Berdasarkan rangkuman Kompas.com, pada Rabu , terdapat dua jalur masuk yang sudah ditetapkan menggunakan TKA.Penggunaan nilai TKA agar seleksi lebih obyektif, adil, dan akuntabel, serta untuk memprediksi kesiapan siswa kuliah di prodi tujuan atau PTN tujuan.Serta hasil TKA dapat membedakan siswa yang setara dari aspek nilai akademik, dan memastikan kesesuaian kemampuan dengan program studi tujuan, memberikan penilaian lebih komprehensif daripada hanya mengandalkan rapor sekolah yang bisa subjektif antar sekolah.Ketua umum Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Prof Eduart Wolok mengatakan tujuan utama dari pelaksanaan TKA adalah sebagai validator nilai rapor yang rentan dimanipulasi guna meloloskan siswa pada jalur SNBP.Baca juga: Orangtua Bisa Cek Hasil TKA Siswa, lewat Link tka.kemendikdasmen.go.id“Nilai rapor ini sebelumnya banyak menerima protes karena disebutkan nilai rapor ini ada yang dimanipulasi dan sebagainya, nah dengan adanya TKA yang dilaksanakan secara nasional ini bisa menjadi pengukur untuk memvalidasi nilai rapor,” ujarnya, dilansir dari laman Antara.Berikut dua jalur masuk PTN 2026 yang remsi mengguakan TKA:1. Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)Tim SNBP sudah memutuskan hanya siswa yang sudah mengikut TKA dan dinyatakan eligible saja yang bisa mendaftar jalur non tes ini. Syarat utamanya, selains udah mengikuti TKA, adalah seperti ini:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-31 09:21