Produsen Listrik Swasta Benahi Struktur, Siap Ambil Peran Lebih Besar dalam Kebijakan Energi

2026-01-12 21:54:08
Produsen Listrik Swasta Benahi Struktur, Siap Ambil Peran Lebih Besar dalam Kebijakan Energi
JAKARTA, – Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) merapikan struktur organisasi untuk memperkuat posisi dalam perumusan kebijakan energi nasional.Pelantikan pengurus periode 2025–2029 menjadi momentum bagi asosiasi untuk menegaskan peran strategis produsen listrik swasta di tengah perubahan besar sistem ketenagalistrikan.Ketua Umum APLSI Eka Satria menyampaikan struktur baru terdiri dari 10 Komite Energi Mix dan 7 Komite Fungsional.Komite-komite tersebut disiapkan untuk memperkuat advokasi kebijakan, penguatan iklim investasi, pengembangan infrastruktur kelistrikan, ESG dan pasar karbon, serta penguatan kapasitas anggota dan TKDN.“APLSI berkomitmen untuk mendukung pemerintah dan PLN dalam menjaga kepastian investasi, memperkuat keandalan sistem, menjaga keterjangkauan tarif, serta memastikan transisi energi berjalan secara seimbang dan terukur,” ujar Eka dalam keterangan tertulis, Minggu .Baca juga: Dirut Medco Power Jadi Ketum Asosiasi Produsen Listrik SwastaIndonesia memasuki fase penting transformasi energi. Konsumsi listrik terus meningkat. Potensi energi baru terbarukan mencapai lebih dari 3.600 gigawatt (GW).Kondisi tersebut membuka ruang besar bagi IPP untuk mengambil peran lebih luas dalam struktur pasokan listrik nasional.Eka menilai peluang ekspor energi hijau akan muncul seiring tumbuhnya permintaan global.Potensi ini dinilai bisa mendorong investasi, pertumbuhan industri, dan penciptaan lapangan kerja.“APLSI optimistis peran sektor swasta akan semakin besar dalam mewujudkan sistem energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan, serta mendorong kemandirian energi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045,” kata Eka.Baca juga: PLN Didorong Fokus Transmisi Listrik, Swasta dan BUMN Pembangkit Energi TerbarukanWakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno yang hadir dalam pelantikan menilai sektor swasta memegang peran sentral dalam transisi energi.Ia menekankan pentingnya forum dialog kebijakan yang lebih solid antara pemerintah dan asosiasi.“Dunia usaha bukan hanya pemasok megawatt, tetapi motor transisi energi. APLSI diharapkan dapat menjadi mitra dialog pemerintah dalam menghasilkan kebijakan yang realistis dan implementatif,” ujarnya.APLSI saat ini menaungi lebih dari 30 perusahaan listrik swasta, baik Independent Power Producers (IPP) maupun non-IPP.Kapasitas pembangkit mencapai hampir 20 gigawatt. Angka tersebut mendekati 50 persen kontribusi IPP non-PLN dalam sistem kelistrikan nasional.Keberadaan IPP yang semakin besar menuntut ruang lebih formal dalam pembahasan kebijakan ketenagalistrikan ke depan.Anggota asosiasi mewakili seluruh bauran energi Indonesia, mulai dari gas, batubara, panas bumi, hidro, biomassa, surya, hingga teknologi baru seperti battery storage dan interkoneksi. Variasi ini disebut menjadi alasan perlunya struktur organisasi yang lebih kuat.


(prf/ega)