Polri Tanggung Pendidikan 10 Anak Polisi yang Jadi Korban KKB di Papua

2026-01-16 13:25:58
Polri Tanggung Pendidikan 10 Anak Polisi yang Jadi Korban KKB di Papua
JAYAPURA, - Polri memberikan bantuan pendidikan bagi 10 anak yang kehilangan orangtua akibat aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, Selasa .Wakapolri Komjen Polisi Dedi Prasetyo mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral Polri kepada para keluarga yang telah kehilangan orang tercinta dalam pengabdian kepada bangsa.Ia menegaskan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai keluarga besar yang saling menguatkan.“Negara tidak pernah meninggalkan mereka. Polri akan terus mendampingi, membantu, dan memastikan mereka tetap mendapatkan hak mereka untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi,” kata dia.Baca juga: Anggota KKB Iron Heluka Dibekuk Saat Bakar Lapak Gorengan di YahukimoJenderal polisi bintang tiga itu juga menyampaikan bahwa dukungan Polri tidak berhenti pada bantuan materi, tetapi akan berlanjut melalui pendampingan psikologis, sosial, maupun bantuan pendidikan jangka panjang.“Kami ingin anak-anak ini tetap kuat. Mereka harus tahu bahwa Polri ada bersama mereka, hari ini dan ke depan. Ini bagian dari kewajiban kami menjaga keluarga besar Polri,” katanya.Masing-masing anak menerima tabungan pendidikan senilai Rp 45 juta yang akan menjamin keberlanjutan pendidikan mereka sampai jenjang berikutnya.Baca juga: Anggota KKB Pelaku Pembakaran Samsat Yahukimo Ditangkap Satgas Damai CartenzBantuan itu diberikan langsung oleh Wakapolri kepada 10 anak, yaitu:Anak Alm. Bripka Arief Maulana1. Afiqoh Naira2. Al GhazaliAnak Alm. Brigpol Try Yudha3. Raesha Sabhira4. Kanesya AnendyaAnak Bripka Sinthoin R.O. Kbarek5. Arman Yafeth Kbarek6. Mario Hengkris Kbarek7. Gloroia Rosminc Kbarek8. Richard Yusuf KbarekAnak Alm. Lefinus Angel Ayomi9. Elie Yohanes R.K. Pumbouwi10. Suserewani Rosalina PumbouwiWakapolri juga menyerahkan 1.200 bingkisan dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk para Mitra Kamtibmas yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti linmas, hansip, komunitas masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan kelompok-kelompok sosial.Baca juga: Pekerja Bangunan Ditemukan Tewas di Yahukimo, Pelaku Diduga KKBBingkisan tersebut berisi satu karung beras SPHP seberat 5 kilogram, satu bungkus kopi 250 gram, lima bungkus mie instan, satu kaleng susu kental manis, satu pak teh celup, satu kilogram gula pasir, satu kilogram tepung terigu, dan satu tas bingkisan Kapolri.Ia mengatakan bahwa bingkisan ini merupakan bentuk apresiasi Kapolri kepada para mitra yang selama ini berperan aktif mendukung tugas-tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua.“Bingkisan ini adalah wujud terima kasih Polri. Mitra Kamtibmas adalah bagian penting dalam menjaga keamanan Papua. Tanpa dukungan masyarakat, upaya menjaga kamtibmas tidak akan berjalan optimal,” katanya.Ia berharap bingkisan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat menjelang perayaan akhir tahun.“Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi penguat bagi saudara-saudara kita. Polri akan terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Papua,” ujarnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-16 11:06