Warga Taman Nasional Tesso Nilo Mulai Direlokasi

2026-01-12 03:31:52
Warga Taman Nasional Tesso Nilo Mulai Direlokasi
JAKARTA, - Warga yang mendiami Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Riau mulai direlokasi.Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan mengatakan, sejumlah masyarakat secara sukarela menyerahkan lahan yang sudah ditempati kepada negara."Inilah yang terus kita dorong agar masyarakat mau berdiskusi, berdialog untuk menemukan solusi, dan solusinya hari ini sudah dibuktikan oleh Bapak Menteri Kehutanan (Raja Juli Antoni), yakni relokasi," kata Ossy dalam kegiatan Relokasi Lahan Masyarakat dari TNTN, yang berlangsung di Desa Bagan Limau, Kabupaten Pelalawan, Sabtu , dikutip dari keterangan resmi, Senin .Baca juga: Nusron Batalkan 1.040 SHM Tesso Nilo, Dikembalikan Jadi HutanOssy juga mengeklaim bahwa relokasi warga dilakukan dengan memegang prinsip keadilan, sehingga diharapkan bisa berlangsung tanpa dramatis."Mudah-mudahan kalau ini terus kita lakukan, Insya Allah, Tesso Nilo-nya juga menjadi semakin asri, tapi masyarakat pun hak-haknya tidak terkebiri," ujarnya.Berdasarkan hasil verifikasi data bersama Satuan Tugas (Satgas) Garuda, ada 1.075 pemegang sertipikat yang berada di dalam kawasan TNTN.Pada kegiatan ini, dilakukan penyerahan secara simbolis berupa 13 sertifikat milik masyarakat, yang diserahkan kepada Ossy, Raja Juli, dan Plt. Gubernur Riau Sofyan Franyata Hariyanto.Sebagai solusi dari relokasi tahap pertama, secara simbolis diserahkan Surat Keputusan Perhutanan Sosial kepada tiga kelompok masyarakat, dengan luas sekitar 633 hektar kepada 228 kepala keluarga.Baca juga: Pertengahan Desember, Warga Taman Nasional Tesso Nilo DirelokasiPada kesempatan yang sama, Raja Juli mengungkapkan bahwa masyarakat yang terdampak relokasi juga difasilitasi melalui skema hutan kemasyarakatan.Selanjutnya, akan dilakukan proses pelepasan kawasan menjadi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA)."Insya Allah, nanti kalau situasi sudah lebih baik, nanti akan ada proses TORA. Nanti kami keluarkan dari kawasan hutan dan diserahkan kembali ke Kementerian ATR/BPN. Selanjutnya Kementerian ATR/BPN yang menyertipikasi kebun-kebun masyarakat," ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut.Menurutnya, kebijakan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan solusi yang adil dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.Baca juga: Ratusan SHM TN Tesso Nilo Dicabut, Terkait Skandal Reforma Agraria?Melalui pendekatan perhutanan sosial, masyarakat tetap memiliki akses pengelolaan lahan secara legal sekaligus menjaga kelestarian TNTN."Tidak untuk memusuhi masyarakat, tetapi melakukan persuasi untuk merelokasi masyarakat yang tinggal di Tesso Nilo. Kemudian, kita relokasi ke tempat lain di luar Tesso Nilo, agar Taman Nasional-nya tetap terjaga. Kembali menjadi rumah aman yang nyaman bagi Domang Si Gajah, tapir, rusa, dan lain sebagainya," kata Raja Juli.Sebelumnya, Raja Juli berjanji akan merestorasi TNTN, yang fokus dilakukan untuk luasan 31.000 hektar, dan nantinya berkembang menjadi 80.000 hektar.


(prf/ega)