Gus Yahya Harap PBNU Tetap Utuh Sebagai Organisasi

2026-01-12 07:14:26
Gus Yahya Harap PBNU Tetap Utuh Sebagai Organisasi
JAKARTA, - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf berharap organisasi yang dipimpinnya tetap utuh dan terus bersama.Pesan tersebut disampaikannya dalam menanggapi permintaan yang menginginkannya mundur dari posisi Ketum PBNU."NU bukan merasa penting, tapi kita berharap ada kepada semua pihak untuk ya menghargai keinginan-keinginan kami untuk tetap utuh satu organisasi, satu kebersamaan," ujar Gus Yahya dalam konferensi pers yang dikutip dari Kompas TV, Rabu ."Integritas kebersamaan penuh. Mohon ini dihormati kepada siapapun kepada kepentingan apapun," sambungnya.Baca juga: Mengenal Istilah Kepengurusan PBNU, Ada Rais Aam, Mustasyar, hingga TanfidziyahDi samping itu, Gus Yahya menegaskan, pengurus NU dari berbagai tingkatan menolak dirinya diberhentikan dari kursi Ketum PBNU.Ia menyebut, pemberhentian siapapun di PBNU harus dilakukan melalui proses muktamar. Gus Yahya sendiri merupakan Ketum PBNU yang ditetapkan dalam Muktamar NU di Lampung pada Desember 2021."Menolak adanya pemberhentian siapapun, apalagi mandataris sampai dengan muktamar yang akan datang. Itu sudah disampaikan jajaran pengurus di berbagai tingkatan," ujar Gus Yahya.Baca juga: Gus Yahya: Saya Tetap Ketum PBNU Berdasarkan Konstitusi OrganisasiDalam kesempatan yang sama, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Muhyidin Ishaq mendorong terjadinya islah atau damai terkait isu kepemimpinan di PBNU."Kita teman-teman wilayah ini mengimbau, menganjurkan, untuk terjadi islah, apapun alasannya," ujar Muhyidin.Ia menjelaskan, Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU hanya bisa diberhentikan lewat mekanisme Muktamar Nahdlatul UIama (NU)."Rais Aam maupun Ketua Umum tidak bisa diberhentikan di tengah jalan, kecuali lewat muktamar. Apakah muktamarnya biasa atau luar biasa," ujar Muhyidin.Baca juga: Gus Yahya Sebut Surat Pemberhentiannya dari Ketum PBNU Tidak SahLanjutnya, PWNU se-Indonesia mendorong adanya islah, minimal hingga terselenggaranya Muktamar ke-35 yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada 2026.Jika tidak terjadi islah, ia khawatir PBNU justru tidak akan lagi menggelar muktamar dalam waktu yang lama di masa depan."Kesepakatan teman-teman wilayah se-Indonesia ini mengimbau supaya islah, sampai dengan pada Muktamar-lah," ujar Muhyidin.Baca juga: Ini Alasan Ketum PBNU Bisa Diberhentikan, Diatur dalam Perkum 13/2025/HARYANTI PUSPA SARI Konferensi Pers hasil rapat Alim Ulama PBNU di kantor PBNU, Jakarta, Minggu malam.Diketahui, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya diberhentikan dari posisi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berdasarkan surat edaran nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025.


(prf/ega)