Kejagung Berhentikan Sementara Jaksa OTT, LBHAP Muhammadiyah: Langkah Tepat dan Transparan

2026-02-03 15:58:57
Kejagung Berhentikan Sementara Jaksa OTT, LBHAP Muhammadiyah: Langkah Tepat dan Transparan
Jakarta - Langkah Jaksa Agung yang memberhentikan sementara sejumlah jaksa setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tepat dan menunjukkan komitmen Kejaksaan Agung dalam membersihkan internalnya.Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBH AP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ikhwan Fahrojih, mengatakan kebijakan tersebut patut diapresiasi karena mencerminkan keterbukaan dan keseriusan Kejaksaan Agung dalam merespons dugaan pelanggaran etik maupun hukum oleh aparatnya.“Saya mengapresiasi keterbukaan Jaksa Agung terkait pembersihan internal, pemberhentian ini langkah yang sangat tepat,” ujar Ikhwan, Selasa .AdvertisementSebelumnya, Kejaksaan Agung memberhentikan sementara Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (HSU), Kepala Seksi Intelijen, serta Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) setelah ketiganya terjaring OTT KPK.Kebijakan itu diambil untuk menjaga integritas institusi sekaligus mempermudah proses hukum yang berjalan.Menanggapi kekhawatiran bahwa kasus tersebut dapat memengaruhi kinerja Kejaksaan Agung, Ikhwan menilai dampaknya tidak signifikan. Ia menegaskan semangat pemberantasan korupsi di Kejagung justru kuat karena berasal dari pucuk pimpinan.“Ghiroh pemberantasan korupsi ada di puncak struktur, yaitu Kejaksaan Agung. Jadi saya kira kasus ini tidak akan mempengaruhi kinerja Kejagung secara keseluruhan,” katanya.Meski demikian, Ikhwan mengingatkan bahwa penindakan saja tidak cukup. Ia mendorong dilakukannya reformasi internal secara menyeluruh, terutama pada level kejaksaan tinggi dan kejaksaan negeri di daerah. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-03 13:47