Mo Salah Simbol Kekuatan, tetapi di Liverpool Terpinggirkan

2026-01-12 18:18:55
Mo Salah Simbol Kekuatan, tetapi di Liverpool Terpinggirkan
- Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, memberikan tanggapan setelah Mohamed Salah, salah satu bintangnya, menerima banyak kritik karena mengeluh tentang statusnya sebagai cadangan di Liverpool.Pemain berusia 33 tahun ini menyampaikan ketidakpuasannya setelah pertandingan melawan Leeds United pada Minggu malam .Dalam laga kontra Leeds United, Mohamed Salah dibiarkan sang pelatih Arne Slot duduk manis di bangku cadangan. Salah sama sekali tak diberikan menit bermain.Usai laga, Salah mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengerti alasan di balik keputusan pelatih yang mencadangkannya dalam tiga pertandingan terakhir."Saya sangat, sangat kecewa. Saya telah berbuat begitu banyak untuk klub ini selama bertahun-tahun. Sekarang saya duduk di bangku cadangan dan saya tidak tahu mengapa," tuturnya.Baca juga: Reaksi Pelatih Mesir Usai Mohamed Salah Panen Kritik di Liverpool"Saya tidak tahu mengapa, tetapi menurut saya, sepertinya ada yang tidak menginginkan saya di klub ini," seperti yang dilansir dari Sky Sports.Ungkapan kekecewaan dari Salah memicu reaksi negatif di media sosial, termasuk kritik dari legenda klub, Michael Owen.Owen menilai seharusnya Salah tidak mengungkapkan masalah ini di publik.Di tengah kritikan tersebut, pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, memberikan dukungan kepada Salah melalui akun Instagramnya.Hossam Hassan menampilkan foto kebersamaan dengan Salah disertai keterangan yang menyiratkan dukungan."Selalu menjadi simbol tekad dan kekuatan," tulis Hassan.Baca juga: Reaksi Keras Michael Owen dan Media Inggris Terhadap Ucapan SalahHassan memberikan dukungan ini karena Salah akan memimpin Timnas Mesir dalam ajang Piala Afrika 2025. Sang penyerang Liverpool diharapkan dapat tampil dengan mental yang baik.Selain itu, masyarakat Mesir juga menunjukkan solidaritas terhadap Salah dengan memberikan komentar positif di media sosial sang pemain.Dalam beberapa waktu terakhir, terdapat kabar bahwa Mohamed Salah mungkin akan meninggalkan Liverpool.Menurut laporan dari Mirror, Liverpool berencana untuk menjualnya pada bursa transfer musim dingin yang akan datang di Januari 2026, meskipun kontraknya masih berlaku hingga 2027.Pernyataan Salah pasca-pertandingan melawan Leeds dianggap dapat memicu perpecahan dalam tim, sehingga Liverpool mungkin akan melepasnya, terutama mengingat banyaknya minat dari klub-klub Arab Saudi.Salah satu klub Arab Saudi yang dikabarkan tertarik meminang Mohamed Salah adalah Al Hilal.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-12 17:46