Kapan Pendaftaran Petugas Haji 2026? Simak Jadwalnya dari Kemenhaj

2026-02-02 17:37:53
Kapan Pendaftaran Petugas Haji 2026? Simak Jadwalnya dari Kemenhaj
JAKARTA, - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi membuka seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 atau 1447 H.Mengutip dari postingan akun Instagram resmi Kemenhaj @kemenhaj.ri, pengumuman pembukaan seleksi PPIH tingkat kabupaten/kota dan dan provinsi dilakukan 20 November 2025.Setelah itu, Kemenhaj membuka pendaftaran peserta PPIH tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Berikut jadwalnya:Baca juga: BPIH 2026 Turun Rp 2 Juta, Kontribusi Nyata BPKH dalam Pengelolaan Dana HajiSeleksi PPIH Tingkat Kabupaten/Kota (Tahap Pertama)Seleksi PPIH Tingkat Provinsi (Tahap Kedua)Pendaftaran ini dibuka mulai tanggal 22–28 November 2025 melalui laman resmi https://haji.go.id/petugas.Baca juga: Komisi VIII Dorong Kemenhaj Sosialisasikan Pembagian Kuota Haji Per Provinsi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia akan membuka Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pendaftaran lowongan kerja petugas haji ini dibuka pada 22?28 November 2025 melalui laman resmi haji.go.id/petugas.Kemenhaj membuka formasi PPIH Kloter terdiri atas Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah Haji Kloter.Sementara, Formasi PPIH Arab Saudi mencakup layanan akomodasi, layanan konsumsi, layanan transportasi, layanan bimbingan ibadah, serta Siskohat.Berikut 14 syarat umum yang harus dipenuhi:Baca juga: Kementerian Haji Prioritaskan Tambah Jumlah Pembimbing Haji PerempuanANTARA FOTO/Aditya Nugroho Petugas mendorong kursi roda dua orang haji dari kelompok terbang (kloter) pertama debarkasi Balikpapan setibanya di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa dini hari. Sebanyak 356 haji dan empat petugas haji asal Kota Balikpapan tiba di Bandara Internasional SAMS Sepinggan setelah menunaikan ibadah haji 2025 di Tanah Suci. Dalam kesempatan terpisah, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa kementeriannya membuka rekrutmen untuk petugas haji 2026 atau 1447 Hijriah pada November 2025.Sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, para petugas haji akan menjalankan pelatihan selama tiga hingga empat minggu.Pasalnya selama ini masih terdapat banyak keluhan dari para jemaah haji tahun-tahun sebelumnya. Harapannya, pelatihan tersebut membuat para petugas haji dapat memberikan pelayanan yang optimal."Mereka harus masuk barak selama kurang lebih tiga sampai empat minggu. Kenapa? Karena memang ada keluhan banyak terkait para petugas haji yang tidak melaksanakan tugasnya," ujar Dahnil di Kantor Kemenhaj, Jakarta, Selasa .Baca juga: Kemenhaj Dorong UMKM Dilibatkan pada Penyelanggaraan Haji 2026Terdapat tiga pelatihan utama bagi petugas haji 2026, yakni ketahanan fisik, fikih untuk belajar dasar haji, dan bahasa Arab."Supaya secara fisik mereka kuat, minimal kuat jalan, kuat gendong, fisik dasar haji juga penting ketika petugas ditanya, mereka paham. Kemudian bahasa Arab dasar," ujar Dahnil.Dalam kesempatan tersebut, Dahnil juga menegaskan bahwa sejumlah lowongan kerja (loker) menjadi petugas haji 2026 yang berseliweran di media sosial tidak benar alias hoaks.Baca juga: Kemenhaj Berencana Ringkas Masa Tinggal Haji dari 41 Jadi 38 HariDahnil mengetahui adanya loker bodong tersebut dan memperingatkan bahwa lowongan itu bukan berasal dari Kemenhaj."Soal loker macam-macam, yang petugas haji, ASN haji, itu tidak benar. Jadi, kalau ada yang mengatasnamakan kementerian haji, melakukan rekrutmen semacam itu hoaks, itu tidak benar," kata Dahnil.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-02 16:27