- Peradangan atau inflamasi sebenarnya merupakan bagian penting dari sistem pertahanan tubuh. Dalam kondisi akut dan jangka pendek, inflamasi membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. Namun, inflamasi kronis yang berlangsung lama justru berbahaya dan dapat memicu berbagai penyakit serius.Menurut ahli gizi Vincci Tsui, RD, inflamasi kronis berkaitan dengan komplikasi kesehatan jangka panjang, misalnya kanker, diabetes, penyakit autoimun, hingga gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.Kabar baiknya, pola makan berperan besar dalam mengendalikan peradangan. Sejumlah makanan terbukti memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu menekan risiko tersebut. Ada apa saja? Simak selengkapnya!Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Inflamasi? Ini Penjelasannya...Kunyit dikenal sebagai salah satu rempah dengan efek anti-inflamasi paling kuat dan telah banyak diteliti. Warna kuning cerahnya berasal dari kurkumin, senyawa aktif yang termasuk kelompok polifenol dan berperan besar dalam melawan peradangan.“Manfaat anti-inflamasi kunyit cukup berbasis bukti ilmiah,” ujar Desiree Nielsen, RD, seorang pengembang resep yang berfokus pada nutrisi nabati, dilansir dari SELF Magazine, Senin .Ia menjelaskan, kurkumin membantu menghambat jalur inflamasi di dalam tubuh. Kunyit bisa ditambahkan ke berbagai masakan, seperti sup, kari, tumisan, atau bahkan smoothie. Nielsen menyarankan konsumsi sekitar setengah hingga satu sendok teh kunyit per hari. Namun, ia mengingatkan agar berhati-hati dengan suplemen kunyit dosis tinggi karena dapat berdampak buruk pada hati.Baca juga: Resep Jamu Kunyit Asam untuk Diet, Minuman Segar Bakar Lemak AlamiFreepik/azerbaijan_stockers SeratMinyak yang berasal dari tumbuhan, seperti minyak zaitun dan minyak alpukat, menjadi komponen penting dalam pola makan anti-inflamasi. Menurut Nielsen, minyak nabati membantu menurunkan peradangan karena kandungan lemak tak jenuhnya yang lebih sehat dibandingkan lemak jenuh.Selain itu, minyak zaitun extra virgin kaya akan polifenol yang mendukung jalur anti-inflamasi. Konselor makan intuitif bersertifikat yang berbasis di Kanada, Vincci Tsui, RD menambahkan, pola makan yang tinggi akan minyak zaitun, seperti diet Mediterania, terbukti berkaitan dengan tingkat peradangan yang lebih rendah.Meski kerap menuai kontroversi, minyak biji-bijian seperti kanola dan kedelai tetap dianggap bermanfaat karena mengandung omega-6 dan sebagian omega-3, selama digunakan sebagai pengganti lemak jenuh seperti mentega.Baca juga: Cara Singapura Batasi Garam dan Lemak Jenuh pada MakananKacang-kacangan termasuk makanan yang hampir selalu masuk dalam indeks diet anti-inflamasi. Kandungan serat, lemak sehat, serta mineral seperti selenium membuat kacang menjadi pilihan camilan yang menyehatkan.
(prf/ega)
Kenali 7 Makanan Anti-inflamasi yang Bantu Jaga Tubuh Tetap Sehat
2026-01-11 04:20:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:02
| 2026-01-11 03:48
| 2026-01-11 02:02
| 2026-01-11 02:02










































