Update Korban Banjir Sumatera Barat: Meninggal 261 Jiwa, Hilang 72 Orang

2026-01-14 18:17:55
Update Korban Banjir Sumatera Barat: Meninggal 261 Jiwa, Hilang 72 Orang
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tidak ada penambahan jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Barat.Per Kamis malam ini, korban meninggal dunia di Sumatera Barat masih sama seperti Rabu kemarin, yakni 261 jiwa.Informasi diumumkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Senin pukul 17.00 WIB.Baca juga: Nomor Telepon Darurat di Sumatera Barat, dari BPBD, PMI, hingga DamkarBerikut rincian jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Sumatera barat berdasarkan kabupaten terdampak (data BNPB Kamis):Baca juga: Beruang Madu Muncul di Lokasi Bekas Banjir Bandang Agam, BKSDA Sumbar Turun TanganKabupaten Agam menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak di Sumatera Barat, yang mencapai 163 jiwa.Sementara itu untuk sembilan kabupaten lainnya di Sumatera Barat tidak ada data korban jiwa.KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO Sisa banjir di Pesantren Darul Abrar, di Desa Blang Reuling, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Kamis Untuk data korban hilang di Sumatera Barat juga tidak berubah dari hari sebelumnya, yakni 72 orang dari empat kabupaten.Berikut rincian jumlah korban hilang di Sumatera Barat berdasarkan kabupaten yang terdampak:BNPB mencatat jumlah pengungsi banjir di Provinsi Sumatera Barat per hari ini mencapai 9.935 jiwa.Baca juga: 10 Korban Banjir di Agam Sumbar Tak Teridentifikasi Dimakamkan Secara Massal di Satu Liang LahatTotal, sampai dengan Kamis hari ini, jumlah korban jiwa di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah 1.135 jiwa.Kemudian, korban yang masih belum ditemukan berkurang menjadi 173 orang dan warga yang mengungsi masih mencapai 489.864 jiwa.Demikian update data korban akibat banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Barat per Kamis malam.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-14 16:39