Di Balik Perjuangan Mengasuh Anak ADHD, Sahabat Ungkap Keteguhan Ira sebagai Ibu

2026-01-11 03:47:53
Di Balik Perjuangan Mengasuh Anak ADHD, Sahabat Ungkap Keteguhan Ira sebagai Ibu
- Tidak semua perjalanan seorang ibu terlihat jelas dari luar.Ada perjuangan yang berlangsung dalam diam, keputusan yang diambil dengan hati-hati, serta air mata yang tak pernah diketahui siapa pun.Begitu pula perjalanan Ira, seorang ibu yang mendampingi anak dengan kondisi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).Dari luar, Ira tampak menjalani hari seperti ibu lain. Namun, sahabat dekatnya, Syifa, melihat lebih dalam betapa berat, panjang, dan sekaligus menguatkan perjalanan itu.Bagi Syifa, sosok Ira tampak sebagai perempuan yang belajar setiap hari, tentang anaknya, dirinya sendiri, dan dunia yang kadang tidak cukup ramah pada keluarga dengan kebutuhan khusus.Baca juga: Cerita Desy Memberi Validasi Rosita, Ibu Tunggal yang Sempat Diliputi Rasa BersalahMenurut Syifa, langkah terbesar Ira sebagai ibu dimulai dari keberaniannya menerima kondisi anak.ADHD bukan sekadar anak aktif, melainkan hambatan regulasi emosi dan perhatian yang memengaruhi aktivitas harian.Untuk sebagian keluarga, diagnosis ini bisa menimbulkan kebingungan atau penolakan.Namun, Ira memilih jalan untuk terus belajar.Belajar memahami bagaimana anaknya melihat dunia, belajar mencari terapi yang tepat, dan belajar menciptakan pola asuh yang lebih sesuai bersama sang suami yang juga turut mendukungnya.“Tidak mudah, tapi dia menjalaninya dengan hati yang besar,” kata Syifa kepada Kompas.com, baru-baru ini.Ia mengingat betul malam-malam ketika Ira menonton video edukasi, hingga berdiskusi panjang tentang cara menghadapi tantrum tanpa memperburuk kondisi anak.Di tengah proses itu, Ira tidak hanya mengasuh, tetapi juga membentuk dirinya, menjadi ibu yang lebih peka, lebih sabar, dan lebih bijaksana dalam merespons berbagai situasi sulit.Baca juga: Jadi Support System Istri, Ansharuddin Sebut Sosok Ira adalah Ibu yang HebatTidak sedikit momen yang membekas di ingatan Syifa. Ia menyaksikan sendiri bagaimana Ira menghadapi tantrum yang kadang terjadi tanpa peringatan.“Bahkan saat lelah, dia tetap mencari cara agar suasana rumah nyaman,” ujar Syifa.


(prf/ega)