Pengasuh Ponpes yang Cabuli Santri di Sumenep Dituntut 17 Tahun Bui, Kuasa Hukum Korban Kecewa

2026-02-05 09:50:25
Pengasuh Ponpes yang Cabuli Santri di Sumenep Dituntut 17 Tahun Bui, Kuasa Hukum Korban Kecewa
SUMENEP, – S (51), pengasuh pesantren di Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dituntut 17 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).Jurubicara Pengadilan Negeri Sumenep, Jetha Tri Dharmawan pun membenarkan besaran tuntutan tersebut. “17 tahun, tuntutannya begitu,” kata Jetha kepada Kompas.com, Kamis .Diberitakan sebelumnya, pencabulan pertama kali terjadi pada tahun 2021. Tersangka menggunakan modus serupa terhadap korban-korbannya.Baca juga: Jadi Tersangka Pencabulan Santri, Pengasuh Pesantren di Sumenep Belum DihukumDia memanggil santriwati ke kamarnya dengan alasan sederhana seperti mengantarkan air dingin atau tugas lain di pesantren. Di dalam kamar itulah dia melakukan tindakan asusila.Kasus terungkap setelah muncul laporan ke polisi pada 3 Juni 2025 oleh salah satu korban dan orang tuanya ke Polsek Kangean.Tersangka pun sempat melarikan diri ke Situbondo, Jawa Timur, tetapi ditangkap pada 10 Juni 2025 dan ditahan di Polres Sumenep.Sidang pembacaan tuntutan berlangsung secara tertutup, dan digelar setelah tersangka sebelumnya dua kali mangkir dari agenda pembacaan tuntutan yang telah dijadwalkan.Baca juga: Baru 3 Korban Pencabulan Santri di Sumenep yang Didampingi PemerintahSementara itu, kuasa hukum para korban Salamet Riadi menyatakan kecewa, dan keberatan atas tuntutan 17 tahun tersebut. Dia menilai tuntutan itu tidak mencerminkan harapan para korban.Menurut Salamet, sejak awal pihaknya berharap jaksa menjatuhkan tuntutan yang lebih lama dan lebih maksimal terhadap tersangka.“Tuntutan tidak maksimal, tentu kecewa, karena dari awal ingin ada tuntutan maksimal dari jaksa, termasuk saat kami menghadirkan secara maksimal para saksi-saksi itu,” kata dia.Dia juga menyampaikan, kekecewaan ini muncul karena jumlah korban yang disebutnya masif, sehingga dampaknya dinilai luar biasa bagi para santri yang menjadi korban.Baca juga: Kasus Dugaan Pencabulan Santri oleh Putra Kiai Diambil Alih Polda Jatim“Mengingat masifnya korban, efeknya luar biasa,” ungkap Salamet.Salamet berharap jaksa dapat mempertimbangkan kembali besaran tuntutan yang diajukan agar lebih sesuai dengan penderitaan para korban.“Tidak dituntut secara maksimal ini, mudah-mudahan tuntutannya yang maksimal,” harap dia.Salamet menegaskan, para korban menginginkan hukuman yang setimpal bagi tersangka, mengingat perbuatan tersangka dilakukan di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat aman untuk belajar dan diasuh. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-02-05 09:44