Pemilu Myanmar Disebut Palsu, PBB Ungkap Junta Ancam Warga Berikan Suara

2026-01-13 06:36:53
Pemilu Myanmar Disebut Palsu, PBB Ungkap Junta Ancam Warga Berikan Suara
NAYPYIDAW, - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai Myanmar tengah mengalami peningkatan kekerasan, represi, dan intimidasi menjelang pemilu yang dikendalikan militer dan dinilai sebagai pemilu palsu.Kantor HAM PBB menyebut pemilu tersebut digelar dalam kondisi yang tidak memberi ruang bagi partisipasi bebas dan bermakna. Junta militer dituduh menggunakan kekerasan brutal untuk memaksa warga memberikan suara.Pemilu ini menjadi yang pertama dalam lima tahun terakhir sejak kudeta militer pada 2021.Baca juga: Mengapa Myanmar Jadi Pusat Scam Dunia? Analis Ungkap SebabnyaKepala HAM PBB Volker Turk mengatakan, pemilu di Myanmar berlangsung dalam situasi yang sama sekali tidak kondusif bagi demokrasi.Ia menegaskan bahwa proses tersebut dilakukan di bawah tekanan dan ancaman kekerasan.“Otoritas militer di Myanmar harus berhenti menggunakan kekerasan brutal untuk memaksa orang memilih, dan berhenti menangkap orang-orang yang mengekspresikan pandangan berbeda,” kata Türk.Menurutnya, lingkungan seperti itu menutup peluang adanya pemilu yang bebas maupun bermakna.Myanmar akan menjalani pemilu pertamanya sejak militer menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi dalam kudeta berdarah pada 2021.Kudeta tersebut memicu perang saudara yang brutal dan berlarut-larut. Sejumlah tokoh pemerintahan, termasuk Suu Kyi, dipenjara oleh junta.Tahap pertama pemungutan suara dijadwalkan dimulai pada Minggu pukul 06.00 dan akan berlangsung hingga akhir Januari. Namun, sebagian partai politik besar tidak ikut serta dalam pemilu tersebut.Partai-partai yang ikut dalam pemilu disebut memiliki keterkaitan atau ketergantungan pada militer.Dari total 57 partai yang terdaftar, hanya enam yang bertarung secara nasional. Sisanya hanya berpartisipasi di satu negara bagian atau wilayah.Salah satu ketidakhadiran paling mencolok adalah Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi.Partai tersebut dibubarkan pada 2023 setelah sebagian besar pimpinan utamanya dipenjara sejak kudeta.Baca juga: Asyik Nobar SEA Games 2025, Puluhan Warga Myanmar DibomNLD sebelumnya menang telak dalam pemilu 2015 dan memperbesar kemenangan pada pemilu 2020.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-13 07:18
| 2026-01-13 06:37