Indonesia Jadi Pusat Penipuan Lowongan Kerja Nomor 1 di Asia Pasifik, Ini Modus dan Bidang yang Disasar

2026-01-12 05:41:10
Indonesia Jadi Pusat Penipuan Lowongan Kerja Nomor 1 di Asia Pasifik, Ini Modus dan Bidang yang Disasar
- Perusahaan induk penyedia platform lokapasar lowongan pekerjaan Jobstreet dan Jobsdb, Seek baru saja merilis data kasus penipuan lowongan kerja di kawasan Asia Pasifik.Data di Internasional Fraud Awareness Week 2025 itu menunjukkan bahwa Indonesia menjadi pusat penipuan lowongan kerja paling besar di kawasan tersebut.Laporan menyatakan bahwa sepanjang Juli 2024 sampai dengan Juni 2025, Indonesia mencatat kasus penipuan lowongan pekerjaan sebanyak 38 persen se-Asia Pasifik dan 62 persen dari total penipuan lowongan kerja di Asia.Operations Director Jobstreet by SEEK Indonesia, Willem Najoan mengatakan, fenomena tersebut sangat mengkhawatirkan dan membahayakan."Temuan SEEK ini menegaskan urgensi tinggi. Kita tidak hanya bicara soal kerugian finansial, tapi juga risiko keamanan serius,” ta dia, dikutip dari CNA.Menurutnya, job scam berpotensi menjadi pintu masuk bagi kejahatan lain, seperti tindak pidana perdagangan orang (TPPO).Lantas, seperti apa modus penipuan lowongan pekerjaan yang terjadi di Indonesia?Baca juga: Seek Ungkap Bidang Pekerjaan yang Rentan Kasus Penipuan LokerModus penipuan lowongan kerja berbeda-beda bergantung dengan bidang pekerjaannya.Sebagai contoh, menurut temuan SEEK, modus penipuan pekerjaan yang paling sering terjadi ada di sektor marketing, yakni posisi sales.Modusnya adalah menebar janji penghasilan cepat berbasis komisi.Di sektor lainnya, modus penipuan biasanya dilakukan dengan menawarkan pekerjaan paruh waktu, misalnya memberikan tugas "like/subscribe" di konten media sosial.Pola penipuan ini biasanya akan diawali dengan transfer komisi kecil untuk menyakinkan korban.Lalu, pada tugas berikutnya, korban diharuskan menyetor deposit dana yang tidak bisa ditarik kembali.Modus yang paling sering terjadi adalah menyamar sebagai staff Jobstreet, menghubungi korban melalui pesan singkat, aplikasi chat, atau media sosial.Sementara itu, investigas Kompas 2024 mengungkap bahwa sindikat penipuan lowongan kerja di Jakarta biasanya menggunakan modus dengan mengaku sebagai lembaga penempatan tenaga kerja swasta (LPTKS) yang menyebar lowongan kerja di media sosial, seperti dikutip dari Kompas.id.


(prf/ega)