695 Siswa di Gunungkidul Diduga Keracunan MBG, Bupati: Air Terindikasi Terpapar E. Coli

2026-01-12 08:41:51
695 Siswa di Gunungkidul Diduga Keracunan MBG, Bupati: Air Terindikasi Terpapar E. Coli
YOGYAKARTA, - Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyidak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Planjan, Saptosari pada Rabu .Langkah ini ia tempuh setelah lebih dari 600 murid dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).Diberitakan sebelumnya, siswa-siswa itu berasal dari SMKN 1 Saptosari dan SMPN 1 Saptosari. Mereka menyantap makanan pada Selasa . Setelah itu merasakan keluhan sakit perut dan muntah. Gejala dugaan keracunan itu tidak muncul secara bersamaan.Baca juga: Sidak SPPG Planjan soal Keracunan MBG, Bupati Gunungkidul: Saya Marah, Ini Urusannya Nyawa Banyak OrangSaat menyidak SPPG tersebut, bupati melakukan pengecekan terhadap bahan baku makanan hingga tempat mencuci piring."Seperti yang kita lihat bersama, kita mengecek bahan bakunya, baik yang basah maupun kering, kemudian tempat untuk masak, dan pencuci piringnya," kata Endah di SPPG Planjan, Saptosari, Rabu .Ia juga menyampaikan beberapa sorotan. Di antaranya, terkait dengan makanan panas yang ditutup akan menimbulkan permasalahan karena uap menjadi satu. Selain itu, Endah menyebut tentang air di lokasi yang informasinya sudah diperiksa beberapa waktu lalu, dan hasilnya terindikasi mengandung bakteri E. Coli.Baca juga: Ratusan Siswa Gunungkidul Alami Mual dan Diare Usai Konsumsi MBG"Tadi diindikasikan air dan sebagainya mengandung bakteri E. Coli. Katanya, beberapa waktu lalu sudah dites. Bakteri itu yang sering menyebabkan anak-anak kita diare," katanya.Endah mengatakan, pihaknya juga akan memeriksa sampel makanan dan galon. "Termasuk nanti mau dites sampel makanan sama galonnya ini, jangan-jangan galon diisi kran dibawa ke sini. Nanti dilihat perusahaan seperti apa," katanya.Baca juga: Hampir 700 anak dari 2 Sekolah Diduga Keracunan MBG di GunungkidulSebelumnya, Bupati Gunungkidul menyebut lebih dari 600 siswa terdampak dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Saptosari."Hari ini sudah kita hitung 695 anak terdampak diduga keracunan MBG," kata Endah ditemui di RSUD Saptosari, Rabu .Mereka merupakan murid dari SMKN 1 Saptosari dan SMPN 1 Saptosari. Para siswa itu, sudah diperiksa di puskesmas dan RSUD setempat.Baca juga: TKD Dipangkas, Anggaran Kunker DPRD Gunungkidul Turun Rp 14 Miliar "Populasi SMKN 1 Saptosari sebanyak 1.154 anak, yang keracunan 476 anak, termasuk guru ada 10 orang. Dari sekian, 33 siswa yang hari ini izin tidak masuk, belum terkonfirmasi apakah keracunan atau tidak," kata dia."SMPN 1 Saptosari 420 anak, yang keracunan 186 orang," imbuhnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-12 07:51