BMKG Antisipasi Siklon 93S Picu Cuaca Ekstrem, BPBD Jabar Sebar Peringatan Dini

2026-01-12 06:36:53
BMKG Antisipasi Siklon 93S Picu Cuaca Ekstrem, BPBD Jabar Sebar Peringatan Dini
BANDUNG, - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat meningkatkan kesiapsiagaan menyusul informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemunculan Siklon 93S yang berpotensi memicu cuaca ekstrem sepanjang 18-25 Desember.Peringatan ini telah diseminasikan oleh BPBD Provinsi kepada BPBD Kabupaten dan Kota di Jawa Barat sebagai peringatan dini agar potensi bencana dapat diantisipasi sejak dini.Langkah ini untuk memastikan seluruh daerah meningkatkan kesiapsiagaan, baik dari sisi personel, peralatan, maupun kesiapan masyarakat.Baca juga: Siklon 93S Ancam Bencana di Bandung Barat, Pemkab Siaga Darurat"Memang tugas kami untuk provinsi yang disaminasikan peringatan ini supaya mengantisipasi potensi-potensi bencana yang mungkin saja terjadi. Ini kan sampai tanggal 25. Yang namanya potensi cuaca ekstrem ini, yang harus kita waspadai hujan lebatnya, utamanya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat," kata Pranata Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat, dihubungi, Senin .Dari sisi pemetaan kerawanan, berdasarkan tipologi, wilayah selatan didominasi perbukitan dan lembah yang memiliki potensi banjir bandang dan longsor.Sementara itu, wilayah utara lebih berpotensi mengalami banjir, meskipun di sejumlah daerah lain risiko banjir dan longsor tetap ada.Di wilayah pesisir selatan, BPBD Jabar juga menaruh perhatian terhadap potensi gelombang tinggi sebagaimana telah dirilis BMKG.Karena itu, nelayan agar tidak melaut saat gelombang tinggi yang berpotensi terjadi.Baca juga: Bibit Siklon 93S Berpotensi Tinggi Jadi Siklon Tropis, BMKG Ungkap Wilayah yang TerdampakSelama ini nelayan sudah cukup memahami risiko tersebut, tetapi informasi tetap perlu disampaikan secara resmi sebagai bentuk antisipasi."Tentu ini harus terinformasikan ke mereka (nelayan) agar kalau memang terjadi gelombang tinggi, tidak ada korban yang terdampak karena kejadian itu," ucapnya.Penyebaran informasi ini dilakukan secara berjenjang, dari BPBD Provinsi ke BPBD kabupaten/kota yang kemudian diteruskan ke aparat kewilayahan mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT/RW.Hadi menyebut pemerintah tetap berkomitmen memberikan respons maksimal jika terjadi bencana.Dukungan dari berbagai pihak, termasuk jejaring relawan dan klaster logistik dinilai sangat membantu."Terkait dengan ketersediaan anggaran memang dirasa kurang, cuma dukungan dari pihak anggota kelas logistik di Jawa Barat ini memang luar biasa, untuk mendukung penanganan bencana di Jawa Barat," ucapnya.Baca juga: BPBD: 5 dari 9 Daerah di Bali Terendam Banjir dalam 5 Hari Siklon 93SBPBD mengimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.Masyarakat diminta memperhatikan kondisi alam sekitar dan segera melakukan evakuasi ke lokasi aman apabila muncul tanda-tanda membahayakan."Biasanya kalau yang namanya evakuasi itu ke titik kumpul yang memang sudah disepakati, itu yang penting," ucapnya.


(prf/ega)