Gibran Bocorkan Bakal Ada Kabar Baik untuk Kader Posyandu, Apa Itu?

2026-02-02 15:12:34
Gibran Bocorkan Bakal Ada Kabar Baik untuk Kader Posyandu, Apa Itu?
JAKARTA, - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming mengungkapkan akan ada kabar baik untuk jutaan kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Indonesia.Mulanya, Gibran mengapresiasi keberadaan 1,5 juta kader posyandu di seluruh Indonesia. Ia juga mendorong ada insentif bagi para kader posyandu."Jadi terima kasih Bu untuk kerja kerasnya selama ini dan untuk insentif nanti biar Kepala Daerah dan Pak Menteri nanti yang mengurus," kata Gibran dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Percepatan Penurunan Stunting di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Rabu .Baca juga: Majukan Kesejahteraan Masyarakat, Ketum TP-PKK Ingatkan Kader Posyandu Jalankan 6 Pelayanan DasarSetelahnya, ia membocorkan bahwa akan ada kabar baik dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Namun, kabar baik ini akan dikonfirmasi lebih dahulu sebelum nantinya diumumkan."Tadi sebenarnya ada sedikit berita baik dari Pak Menteri Keuangan tapi ini sebentar ya, mau kita konfirmasi dulu ya Pak ya. Tunggu dulu, tunggu dulu," ujar Gibran."Mau kita konfirmasi dulu. Jadi nanti sabar dulu ya Bu ya. Kita konfirmasi dulu ya. Kita konfirmasi dulu, termasuk untuk Kepala Daerah," ucap dia.Baca juga: Ketua TP-PKK Pusat Lantik Rafatul Mulkiyah Mathius Fakhiri Jadi Ketua TP-PKK dan Posyandu PapuaGibran menegaskan, para kader posyandu yang ada di Indonesia perlu mendapat insentif.Menurut dia, para kader posyandu merupakan ujung tombak penurunan stunting di Tanah Air."Ada 1,5 juta kader posyandu. Saya kira ini perlu ada sedikit tambahan insentif. Karena apapun itu kader posyandu itu adalah ujung tombak di lapangan. Kalau enggak ada ibu-ibu ini, mungkin angka-angkanya tidak sebaik ini," kata dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-02 13:51