Jakarta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan agar Bandara Kertajati dikembangkan tidak hanya untuk layanan penerbangan sipil semata, di mana sebenarnya memiliki posisi strategis dan kelayakan untuk menjadi pusat konsolidasi industri pertahanan nasional."Gagasan kami adalah selain kawasan ekonomi khusus, Kertajati menjadi kawasan industri pertahanan dalam negeri. Harapan kami, industri pertahanan seperti Pindad, PT Dirgantara Indonesia, dan lainnya bisa dipusatkan di sana," kata dia dalam keterangannya, Jumat .Menurut Dedi, fasilitas Bandara Kertajati sudah memenuhi standar operasional pesawat militer sehingga mendukung pengembangan kawasan industri pertahanan terpadu.Advertisement"Kalau kawasan itu ditetapkan sebagai kawasan industri pertahanan dalam negeri, investor akan makin cepat datang karena jaminan keamanan dan kenyamanannya lebih tinggi," ungkap dia.Dedi menambahkan, relokasi fasilitas industri pertahanan dari Bandung ke Kertajati turut membantu mengurangi beban ruang dan tingkat kepadatan infrastruktur di Kota Bandung."Untuk mengurangi beban di Bandung seperti Husein, kompleks militernya bisa pindah ke sana. PT Dirgantara Indonesia juga sudah terlalu penuh dan bisa pindah," katanya.Dedi memastikan pembiayaan pemindahan tidak akan terlalu membebani APBN, mengingat nilai ekonomi lahan di Bandung yang dapat diberdayakan untuk mendukung pembangunan di Kertajati."PT Dirgantara Indonesia kalau dikeluarin dipindahin ke sana, saya pikir itu juga bisa, karena nilai ekonominya di Bandung sangat tinggi. Barang kali itu saja," jelas dia.
(prf/ega)
Dedi Mulyadi Usulkan Kertajati Jadi Kawasan Industri Pertahanan Nasional: Kurangi Beban Ruang di Bandung
2026-01-13 06:20:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 07:12
| 2026-01-13 07:01
| 2026-01-13 05:49
| 2026-01-13 05:19
| 2026-01-13 05:15










































