13,5 Ton Cengkih Terpapar Radioaktif Kembali ke RI, Akan Dimusnahkan KLH

2026-02-04 09:49:05
13,5 Ton Cengkih Terpapar Radioaktif Kembali ke RI, Akan Dimusnahkan KLH
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol mengungkap perkembangan penanganan kasus cengkih terkontaminasi radioaktif Cs-137 yang dikembalikan dari Amerika Serikat (AS). Hanif mengatakan cengkih sebanyak 13,5 ton yang terkontaminasi telah kembali ke Indonesia.Hal itu disampaikan Hanif dalam rapat bersama Komisi XII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025). Hanif mengatakan cengkih terkontaminasi berasal dari pengiriman Surabaya untuk diimpor ke AS."Penanganan kontaminasi di Lampung, Surabaya, telah teridentifikasi, terkait tercemarnya cengkih yang berasal dari pengiriman Surabaya. Selanjutnya kami lakukan penelusuran lebih lanjut," ujar Hanif.Penelusuran dilakukan di Lampung sebagai tempat cengkih berasal. Namun pihaknya tak menemukan sumber pencemaran radiasi di Lampung."Kemudian kami menemukan satu titik yang berada di perkuburan, yang kemudian kita telah kita lakukan dekontaminasi, sehingga dinyatakan aman lokasi tersebut," ujarnya.Saat ini, cengkih berton-ton tersebut telah kembali ke Indonesia setelah gagal diimpor karena terpapar radioaktif. Kementerian Lingkungan Hidup akan segera menyiapkan proses pemusnahan cengkih tersebut."Hari ini cengkih tersebut telah kembali ke Indonesia setelah diimpor dengan sejumlah 13,5 ton," ujarnya."Pelaksanaan pemusnahannya kami akan jadwalkan di tahun depan, bersisian dengan rencana anggaran dari Kementerian Lingkungan Hidup," imbuh dia.Simak juga Video: KLH Tak Temukan Cesium-137 di Pabrik Cengkeh Lampung-Surabaya[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-04 07:43