Longsor di Cilacap di Hari Ketiga Pencarian: 11 Jenazah Ditemukan, 12 Warga Masih Hilang

2026-02-03 08:27:50
Longsor di Cilacap di Hari Ketiga Pencarian: 11 Jenazah Ditemukan, 12 Warga Masih Hilang
- Di hari ketiga operasi pencarian, Sabtu , masih ada 12 orang yang hilang dalam bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.Hingga Sabtu (15/112025) siang pukul 18.00 WIB, tim SAR gabungan untuk operasi pencarian dan pertolongan korban longsor di Desa Cibeunying, kembali menemukan delapan jenazah.Jumlah korban itu termasuk dua potongan tubuh, yang kemudian diidentifikasi milik satu nama, menurut rilis BNPB pada Sabtu.Baca juga: BMKG Beberkan Faktor Pemicu Tanah Longsor di Cilacap: Hujan Berhari-hari hingga Kondisi Atmosfer BasahDengan ditemukannya korban tertimbun ini, maka jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa tanah longsor Cilacap menjadi sebelas jiwa.Rinciannya, dua jenazah ditemukan pada hari pertama , satu jenazah ditemukan pada hari kedua , dan delapan jenazah pada hari ketiga .Menurut BPBD Jawa Tengah pada hari pertama, total keseluruhan korban tanah longsor di Cibeunying, Cilacap mencapai 46 orang dengan 20 orang hilang dan 23 orang selamat.Jadi hingga saat ini, ada 11 jenazah telah ditemukan sementara 12 orang masih hilang.Baca juga: Update Operasi SAR Longsor Cilacap: 8 Jenazah Ditemukan, Pencarian Lanjut di Hari KeempatUsai melaksanakan briefing pagi, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, BPPD, TNI, Polri, dan relawan, langsung turun ke lapangan mulai pukul 7.30 WIB.Di bawah langit mendung, tim SAR gabungan kembali menyisir area terdampak longsor, yang meliputi tiga dusun yaitu Dusun Cibeunying, Cibuyut, dan Tarukahan.Upaya pencarian dilakukan dengan membagi lima wilayah sektor kerja.Misi hari ini adalah pencarian dan pertolongan warga yang dilaporkan hilang setelah terjadinya longsor pada Kamis malam lalu.Hari ini, 520 personel SAR gabungan dikerahkan guna percepatan operasi SAR.Baca juga: Update Longsor Cilacap: Pencarian Dikebut, Material Setebal 8 Meter Jadi KendalaSesuai dengan, perencanaan operasi pada Jumat malam, penambahan alat berat dikerahkan untuk mendukung operasi pada pagi tadi.Tujuh unit eskavator diaktifkan untuk menggali dengan hati-hati titik lokasi yang diduga terdapat korban jiwa di dalamnya.Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Budi Irawan pagi ini turut meninjau lokasi terdampak.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-02-03 07:44