PADANG, - Berbeda dengan kafe pada umumnya yang menjual kopi, minuman bersoda, dan makanan cepat saji, Kafe Herbal Bakau Limo Makmur hadir dengan konsep unik yang menawarkan makanan dan minuman herbal.Kafe ini menyasar masyarakat yang ingin hidup sehat dengan pilihan makanan dan minuman yang lebih alami."Kita ingin membuka peluang dengan semakin banyaknya masyarakat yang beralih ke herbal," ujar Hartika, pengelola kafe herbal tersebut, kepada Kompas.com, Rabu , di Padang.Baca juga: Siska Nirmala: Kisah Sukses Toko Nol Sampah di BandungKafe yang didirikan Hartika terletak di Nagari atau Desa Batu Kalang Utara, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.Kafe ini menawarkan 10 jenis produk herbal. Antara lain granul jahe instan, permen jelly jahe, teh serai jahe hangat, jelly jahe latte, jelly pepaya basah, jelly pepaya kering, teh daun sungkai, keripik pegagan, cincau gula aren, dan serai lemon madu.Hartika menjelaskan, bahan-bahan untuk produk tersebut mudah didapat dan dapat ditanam sendiri."Bahan-bahannya bisa ditanam atau dibeli di pasar. Jadi tinggal meraciknya jadi produk saja," kata Hartika.Meskipun awalnya kafe ini banyak diminati oleh kalangan dewasa, seiring berjalannya waktu, konsep yang diusungnya berhasil menarik perhatian berbagai kalangan.Merespons positifnya masyarakat, Hartika berencana membuka kafe kedua di daerah tersebut.Kesuksesan ini, menurut Hartika, tidak lepas dari dukungan akademisi Fakultas Farmasi dan Ekonomi Bisnis Universitas Andalas (Unand) yang memberikan pendampingan. "Pendampingan yang diberikan akademisi Unand ini semakin memberikan kita peluang untuk maju," ungkap Hartika.Ia menambahkan, mereka diajari untuk membuat produk secara higienis dan menarik serta dibantu dalam pemasaran dan pengurusan izin dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan.Baca juga: Dari Urban Farming Menjadi Identitas, Kisah Sukses Kampung Jahe Merah di MalangSementara itu, Ketua Tim Program Pengabdian Masyarakat Unand, Dwisari menjelaskan, pendampingan ini merupakan bagian dari inisiatif green brew yang didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Riset dan Teknologi."Kami mendampingi pengelola agar bisa membuka peluang usaha baru. Selain itu, pemanfaatan tanaman obat untuk kesehatan juga perlu dikembangkan," kata Dwisari.Ia menambahkan, pendampingan tidak hanya terbatas pada peracikan produk, tetapi juga mencakup pemasaran dan pengurusan izin.Dwisari optimistis dengan semakin banyaknya masyarakat yang beralih ke produk herbal, kafe ini akan memiliki prospek yang baik ke depannya."Saya yakin lama-lama kafe herbal ini akan maju karena memiliki prospek bagus," tutup Dwisari.
(prf/ega)
Manfaatkan Tanaman Sekitar, Warga Desa di Padang Pariaman Sukses Bangun Kafe Herbal
2026-01-12 03:30:42
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:51
| 2026-01-12 03:27
| 2026-01-12 03:18
| 2026-01-12 03:12
| 2026-01-12 02:10










































