Longsor Banjarnegara Rugikan Rp 32,33 Miliar, 182 Rumah dan Jaringan Listrik Rusak

2026-01-12 10:19:57
Longsor Banjarnegara Rugikan Rp 32,33 Miliar, 182 Rumah dan Jaringan Listrik Rusak
SEMARANG, - Longsor yang terjadi di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, pada Minggu menyebabkan kerugian besar yang ditaksir mencapai Rp 32,33 miliar.Kerugian tersebut mencakup rumah rusak, ternak mati, hingga jaringan listrik terdampak.Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Chomsul, mengatakan 182 rumah terdampak, dengan rincian 128 rumah rusak ringan dan 54 rumah rusak berat.Sementara kerusakan infrastruktur juga terjadi pada jalan sepanjang 800 meter, jaringan listrik, irigasi sepanjang 670 meter, satu bangunan bendung, irigasi perpipaan, serta fasilitas sosial berupa satu masjid rusak berat dan dua mushala terancam.Baca juga: Empat Hari Longsor Banjarnegara, 3 Meninggal, 25 Warga Masih Hilang, 934 Warga Mengungsi"Dari sisi ekonomi, kerugian juga dialami warga akibat hilangnya ternak, yakni 5 ekor sapi dan 125 ekor kambing, serta kerusakan 14 warung dan lahan pertanian. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 32,33 miliar," tutur Chomsul melalui pesan singkat, Kamis .Sementara itu, tiga warga meninggal dan operasi pencarian 25 korban hilang terus berlanjut oleh tim gabungan.Sampai dengan Kamis , tercatat ada tiga warga meninggal dunia, satu orang luka, dan 25 warga masih dalam proses pencarian.Saat ini tim masih berfokus untuk menemukan korban yang hilang."Hingga Kamis pagi, BPBD mencatat 3 warga meninggal dunia, 1 orang luka-luka, dan sebanyak 25 warga masih belum ditemukan. Proses pencarian dilakukan sejak pagi hari dan menjadi prioritas utama tim gabungan," lanjutnya.Baca juga: Longsor di Banjarnegara dan Cilacap, Pemkab Magelang Kirim Bantuan 2,5 Ton Sayur dan Air BersihDia juga menyampaikan, terdapat 934 pengungsi dari 335 KK yang terdiri dari 454 laki-laki dan 480 perempuan.Mereka tersebar di lima titik pengungsian resmi serta sejumlah rumah warga.BPBD menyebut para pengungsi masih memperlukan sejumlah logistik.Dia merinci, sejumlah kebutuhan yang paling mendesak bagi pengungsi, seperti popok dan perlengkapan mandi/pakaian, susu dan makanan anak, hygiene kit, dan antiseptik.Kemudian, alas tidur dan alat kebersihan, regulator gas, APD untuk petugas, serta layanan psikososial, terutama bagi keluarga korban yang hilang.Baca juga: 26 Korban Longsor Banjarnegara Masih Hilang, Alat Berat Mulai DikerahkanLebih lanjut, operasi pencarian dan layanan pengungsi berlanjut untuk pencarian korban hilang, pendampingan pengungsi, hingga operasional dapur umum."Sebanyak 521 personel dari berbagai unsur dikerahkan dalam operasi ini. Mereka berasal dari BNPB, BPBD provinsi dan kabupaten, TNI–Polri, tenaga kesehatan, dinas teknis, PMI, TRC, relawan potensi SAR, ormas, hingga komunitas lintas daerah," tuturnya.


(prf/ega)