JAKARTA, - Wacana penggabungan dua raksasa teknologi di Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Grab Teknologi Indonesia (Grab), terus memicu spekulasi pasar, termasuk mengenai sikap PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebagai salah satu investor korporasi besar di GOTO lewat anak usahanya, PT Telkomsel (Persero).Menguatnya isu merger GOTO dan Grab menimbulkan pertanyaan apakah konsolidasi tersebut dapat menjadi momentum bagi Telkom untuk mengevaluasi ulang investasinya.Bahkan jika merger benar terjadi, perlu atau tidak Telkom keluar dari kepemilikan sahamnya di GOTO turut menjadi sorotan.Baca juga: Soal Rencana Merger GoTo-Grab, Bos Danantara: Mereka Terbuka untuk Kita BerpartisipasiDirektur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, menegaskan bahwa dari sisi arus kas, investasi Telkomsel di GOTO sebenarnya sudah tuntas sejak awal.Total dana sekitar 450 juta dollar AS, atau setara Rp 7,47 triliun (kurs Rp 16.663 per dollar AS), telah sepenuhnya dicatatkan tanpa kewajiban tambahan.Dengan demikian, tidak ada lagi risiko pengeluaran kas baru dari investasi tersebut.Menurutnya, yang tersisa hanyalah perubahan nilai investasi yang akan tecermin pada laporan laba rugi melalui mekanisme mark-to-market setiap kuartal atau setiap tahunnya.“Dari segi finansial, setiap kuartal atau setiap tahun itu ada mark-to-market atas investasi kita dari sisi income statement. Tapi secara cash flow, uangnya sudah keluar semua,” ujarnya dalam acara Business Update Strategi Telkom 2030 dan Silaturahmi Media di Telkom Landmark Tower 2, Jakarta Selatan, Senin .Harga saham GOTO memang sempat anjlok hingga ke level 50-an, sehingga menghasilkan pencatatan negatif pada periode sebelumnya.Namun, jika harga bergerak di atas level tersebut, dampaknya otomatis berbalik menjadi positif.Seluruh efek naik-turun nilai ini, lanjutnya, sudah sepenuhnya tergambar di laporan keuangan Telkom.“Sudah tidak ada lagi 450 juta dollar-nya, sudah keluar semua. Jadi buat kita sekarang tinggal upside saja dari sisi net income,” kata Angelo.DOKUMENTASI GOTO PT Gojek Tokopedia (GOTO)Investasi Telkomsel di GOTO bermula pada 2020 ketika perusahaan menempatkan obligasi konversi tanpa bunga senilai 150 juta dollar AS, atau sekitar Rp 2,1 triliun, kepada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek).Setahun kemudian, pada 17 Mei 2021, merger Gojek dan PT Tokopedia membentuk entitas GOTO dan memicu konversi obligasi Telkomsel menjadi saham sesuai perjanjian convertible bond.Pada 18 Mei 2021, Telkomsel menambah kepemilikan dengan memesan 29.708 saham konversi senilai Rp 2,11 triliun, serta 59.417 saham tambahan melalui opsi pembelian saham sebesar 300 juta dollar AS, setara Rp 4,29 triliun saat itu.
(prf/ega)
Isu Merger GOTO-Grab, Telkom: Kami Blum Punya Direction Tertentu...
2026-01-12 05:06:38
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:09
| 2026-01-12 04:55
| 2026-01-12 03:15
| 2026-01-12 02:49










































