Pemprov Apresiasi Dapur SPPG Polda Riau: Patut Jadi Role Model

2026-02-03 04:20:25
Pemprov Apresiasi Dapur SPPG Polda Riau: Patut Jadi Role Model
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memberikan apresiasi kepada Kepolisian Daerah (Polda) Riau dalam pelaksanaan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemprov menyebut Polda Riau patut dijadikan contoh dalam pelaksanaan Dapur SPPG."Kami apresiasi atas upaya yang dilakukan Polda Riau, sehingga bagi Pemprov dan BGN Polda Riau adalah role model dalam pelaksanaan SPPG," ujar Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi D, kepada wartawan di Pekanbaru, Senin .Ia menambahkan, pihaknya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Polda Riau dalam rangka percepatan program MBG di Provinsi Riau ini. "Bulan lalu kami rapat di Dinas Kesehatan bagaimana kami akan membesarkan role model ini sehingga menjadi model di tingkat kabupaten/kota," katanya.Ia berharap Dapur SPPG lain dapat mencontoh dari Dapur SPPG Polda Riau dan polres jajaran. "Apa yang dilakukan Polda malah menjadi perhatian kami, supaya SPPG lain dapat mencontoh mereka. Karena kami juga butuh dukungan di kabupaten dan kota," ungkapnya.Sebagai informasi, Polda Riau mendirikan sebanyak 15 Dapur SPPG. Saat ini 9 Dapur SPPG sudah beroperasi penuh, dan 6 lainnya dalam proses pembuatan virtual account.Helmi menyampaikan, dalam upaya menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini, Pemprov Riau mendukung pelaksanaan SPPG tidak hanya di tingkat polda. Dalam rangka percepatan program MBG ini, Satgas MBG Provinsi Riau menargetkan sebanyak 677 Dapur SPPG dengan total penerima manfaat mencapai 2 juta orang lebih."Maka sebulan yang lalu kita buat Satgas MBG Provinsi, bertujuan mempercepat koordinasi dan komunikasi, sehingga capaian-capaian yang menjadi target Pemprov Riau ada sebanyak 677 menjadi target di Provinsi Riau 2025 dengan target penerimaan sebesar 2.010.204 penerima manfaat," jelasnya.Hingga saat ini, sudah terbangun 50% dari target yang ditetapkan atau sebanyak 300 Dapur SPPG dengan total penerima manfaat sebanyak 700 ribu orang."Saat ini sudah terealisasi sebanyak 300 SPPG dan ada dalam on progress, penerima manfaat ada 763.863," katanya.Sementara itu, menindaklanjuti regulasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mensukseskan MBG di wilayah terpencil, Pemprov Riau telah menetapkan 50 desa terpencil sebagai penerima manfaat pada tahap I. Dengan perincian, Kabupaten Siak 11 desa/kelurahan, Kuansing 7 desa, dan Kepulauan Meranti 36 desa."Kami juga dengan kabupaten/kota MBG dan Satgas mengusulkan sebanyak 84 desa/kelurahan. Artinya sampai saat ini, Provinsi Riau--desa terpencil--kita usulkan dan insyaallah akan terjadi penambahan, karena kami meyakini daerah terpencil itu sangat membutuhkan MBG," jelasnya.Lihat juga Video: Kapolda Riau Resmikan SPPG Rohul, Pastikan MBG Aman-Berkualitas[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-03 04:27