31 RS di Jakarta Disiagakan Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

2026-01-15 19:06:58
31 RS di Jakarta Disiagakan Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiagakan 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk melayani masyarakat Jakarta selama libur Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026.“Sebanyak 44 Puskesmas dan 31 RSUD disiagakan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat dihubungi di Jakarta, dilansir Antara, Minggu .Selain RSUD dan Puskesmas, Dinas Kesehatan juga membuka posko layanan kesehatan di terminal, stasiun, pelabuhan, tempat wisata dan tempat ibadah selama masa libur akhir tahun ini.AdvertisementPosko tersebut tersebar di tujuh terminal, dua stasiun, enam destinasi wisata, dua pelabuhan, dan gereja di lima wilayah kota Jakarta.Ketujuh terminal itu, yakni Pulogebang, Tanjung Priok, Kalideres, Kampung Rambutan, Grogol, Muara Angke, dan Lebak Bulus. Kemudian, di dua stasiun, yaitu Stasiun Pasar Senen dan Gambir.Selanjutnya, di enam destinasi wisata, yakni Monas, Ancol, TMII, Ragunan, Kota Tua, dan Kepulauan Seribu.Berikutnya, di dua pelabuhan, yaitu Pelabuhan Kali Adem dan Dermaga Marina Ancol."Personel yang disiapkan (di posko kesehatan) terdiri dari dokter, perawat, dan analis laboratorium yang merupakan dukungan dari Puskesmas dan RSUD di DKI Jakarta," kata Ani.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-15 18:06