Pemilik Ruko di Gading Serpong Pasang Spanduk Tolak Pemasangan Gate Parkir Berbayar

2026-01-11 14:37:52
Pemilik Ruko di Gading Serpong Pasang Spanduk Tolak Pemasangan Gate Parkir Berbayar
TANGERANG, – Sejumlah pemilik dan penyewa ruko di kawasan BJ & BH, Jalan Kelapa Gading Selatan, Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, menolak rencana pemasangan gate parkir berbayar di kawasan tersebut.Pantauan Kompas.com di lokasi pada Selasa , beberapa spanduk penolakan terpasang di deretan ruko.Setidaknya ada sembilan spanduk yang terbentang di sepanjang ruko itu.Dalam spanduk tersebut, warga menyuarakan keberatan terhadap rencana pemasangan gate parkir yang dinilai memberatkan pelaku usaha dan pelanggannya.Salah satu tulisan spanduk yang terpasang, yakni, "Kami warga ruko BH dan BJ menolak parkir berbayar" dan "Bisnis sepi, kami menolak bayar parkir." Ada juga spanduk yang bertuliskan tentang permohonan mereka untuk berdiskusi terlebih dahulu. "Mohon temui dan diskusi dulu dengan warga," tulis dalam spanduk berwarna merah.Baca juga: Wajah Parkir Liar di Pasar Senen yang Tak Kunjung DitertibkanSalah satu warga setempat, Yusuf (bukan nama sebenarnya), mengatakan, wacana pemasangan gate parkir membuat para pemilik dan penyewa resah.Pasalnya, kondisi tersebut akan membebani para pelaku usaha, termasuk dirinya, di tengah kondisi ekonomi yang sedang lesu."Bukan cuma penjual yang terbebani, tapi pelanggan juga. Sekarang saja pengunjung sepi, nanti kalau harus bayar parkir per jam bisa makin rugi," ujar Yusuf saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa.Dari wacana itu yang paling dirugikan adalah pengusaha makanan atau jasa, seperti cuci mobil.Menurut Yusuf, para pengusaha seperti itu dinilai memiliki pelanggan yang tidak tetap.Sehingga di hari biasa pun, kondisinya bisa menjadi sepi."Apalagi kalau ada parkir berbayar, mereka pasti dikejar waktu. Soalnya, lewat satu menit saja, sudah dihitung dua jam," kata dia.Hal senada disampaikan Yeni (bukan nama sebenarnya), salah satu penyewa ruko yang telah berusaha di kawasan itu sejak 2013.Ia mengatakan, mayoritas pengguna lahan parkir saat ini adalah pemilik dan karyawan ruko, bukan pengunjung dari luar.Hal itu terjadi karena kondisi penjualan yang sepi sejak awal tahun 2025.


(prf/ega)