JAKARTA, - Saat generasi-generasi sebelumnya ingin cepat-cepat mendapat jodoh dan segera menikah, lain hal nya dengan Gen Z yang beberap di antaranya jauh dari kata siap untuk menikah.Bahkan tidak sedikit yang berpikiran untuk memutuskan tidak menikah, mereka memandang bahwa pernikahan adalah investasi yang tidak pasti.Dari ketidakpastian itulah yang membuat Gen Z enggan untuk menikah, karena mereka takut jika married life jauh dari ekspektasi yang mereka inginkan.Mereka gak mau ribet mikirin problem yang bakalan dateng dalam pernikahan, mereka cuma mau menikmati hidup sendiri, enjoy their own life.Baca juga: Takut Menikah Bisa Bikin Hubungan Pacaran Runtuh, Begini Kata PsikologSeperti halnya dengan Nadin (20) yang saat ini tidak mempunyai niat untuk menikah.Dorongan tersebut dipengaruhi olen beberapa faktor, diantaranya adalah berkaca dari keluarganya dan pengaruh media sosial.“Mungkin pertama, ya faktor keluarga juga. Terus kedua, ada pengaruh dari cerita di sosial media, mereka nikah terus ada konflik yang bikin mereka cerai gitu. Dan konfliknya ya rata-rata sama kayak konflik keluarga aku. Mungkin bukan tentang cerainya, cuman tentang berantem-berantemnya, konflik-konfliknya sama kayak keluarga ku gitu. Itu yang jadi masalahku," kata Nadin.Menurut Luthfi yang merupakan gender specialist, lingkungan keluarga menjadi salah satu faktor utama yang mendorong ketakutan pernikahan ini.Baca juga: Marriage Isn’t Scary, Cewek Gen Z Tunjukin Kalau Karier dan Keluarga Bisa Jalan BarengSebab, keluarga merupakan contoh utama dari bagaimana sebuah hubungan keluarga itu terbentuk.“Salah satu hal yang bikin orang muda malas untuk menikah dan segala macem, dari penglihatanku gitu ya, itu yang pertama karena mereka tuh melihat generasi yang lebih tua gitu, kayak mungkin ibu mereka, atau kayak orang tua mereka yang gak akur gitu, atau banyak perceraian dan segala macemnya”, ucap Luthfi.Selain Nadin, ada juga Adzra seorang gen Z yang masih ragu untuk menikah.Alasan ia takut menikah karena bercermin dari keluarganya sendiri yang masih ada sistem patriarki dalam keluarga. Baca juga: Pasangan Takut Menikah? Begini Cara Menghadapinya Menurut Psikolog“Dari keluargaku sendiri, kaya hubungan rumah tangga beberapa om dan tanteku, bahkan orangtuaku sendiri, khususnya buat yg istri rasanya setelah menikah mereka kaya kehilangan power, misal kaya si suaminya kurang peduli sama anaknya, akhirnya si istri yang ngurusin si anak sendirian bapaknya mah cuek, masih ada patriarkinya lah intinya”, kata Adzra.Menurut Luthfi, ketakutan dalam pernikahan ini memang lebih banyak dialami oleh seorang perempuan, karena banyaknya tuntutan yang diterima oleh perempuan baik sebelum menikah maupun setelah menikah.“Setelah memasuki usia nikah dan ditanya kapan nikah, setelah menikah kemudian ditanya kapan punya anak gitu, tuntutan-tuntutan yang sering diasosiasikannya itu dengan ketubuhan perempuan gitu, ketubuhan normatif yang kalau gak punya anak tuh kayak malu gitu," kata Luthfi."Ketika udah punya anak masih ada tuntutan lain gitu, kayak asih gitu ya, kok ASI pake susu formula bukan pake ASI, ketika misalnya ASI nya sulit keluar, dan segala macemnya. Ini tuh jadi bebannya ke perempuan semua gitu kan, jadi kayak di dalam lingkup sosial terdapat kontrol sosial atas seksualitas perempuan gitu," ucap dia melanjutkan.Katanya Gen-Z nggak suka baca, apalagi soal masalah yang rumit. Lewat artikel ini, Kompas.com coba bikin kamu paham dengan bahasa yang mudah.
(prf/ega)
Gen Z: In This Situation Bukan Takut Jomblo, Tapi Takut Menikah
2026-01-11 04:06:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:08
| 2026-01-11 04:07
| 2026-01-11 03:52
| 2026-01-11 03:46
| 2026-01-11 01:30










































