Perbankan Jadi Pemberi Dividen Terbesar pada 2025, Tembus Rp 80,3 T

2026-02-04 00:20:52
Perbankan Jadi Pemberi Dividen Terbesar pada 2025, Tembus Rp 80,3 T
JAKARTA, - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, sektor perbankan menjadi penyumbang dividen terbesar di pasar modal sepanjang 2025.Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat mengatakan, sepanjang tahun ini sektor perbankan telah mendistribusikan dividen sebesar Rp 80,3 triliun kepada investor.Nilai tersebut jauh melampaui sektor lain dan mencerminkan kinerja serta profitabilitas industri perbankan yang tetap solid di tengah dinamika perekonomian.Baca juga: Cum Date Ditetapkan Hari Ini, BRI Bakal Bagikan Dividen Rp 20,6 Triliun Ilustrasi dividen. "Sektor mana sih yang memberikan dividen terbesar selama tahun 2025? Sektor yang paling tinggi adalah sektor finansial atau perbankan," ujarnya saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa .Setelah sektor perbankan, sektor energi khususnya subsektor produksi batu bara, menempati posisi kedua dengan total distribusi dividen sebesar Rp 27 triliun.Selanjutnya, sektor infrastruktur dan layanan telekomunikasi terintegrasi menebar dividen sebesar Rp 20,18 triliun, disusul sektor industrial dan holding multi-sektor sebesar Rp 10,48 triliun, dan sektor infrastruktur dan jasa telekomunikasi nirkabel sebesar Rp 10,46 triliun.Dominasi sektor perbankan dalam pembagian dividen sejalan dengan meningkatnya jumlah investor di pasar modal pada periode yang sama.Baca juga: Daftar 8 Emiten yang Bagi Dividen Januari 2026, dari BBRI hingga ADROData KSEI menunjukkan total Single Investor Identification (SID) meningkat 36 persen secara tahunan menjadi 20,22 juta SID hingga 24 Desember 2025.Secara keseluruhan, KSEI telah menerbitkan 25,02 juta SID hingga periode ini dimana 4 juta SID dibuat khusus untuk institusi tertentu seperti Tapera dan sisanya merupakan SID untuk investor pasar modal Indonesia."Khusus investor saham angkanya di 8,5 juta, kemudian investor reksa dana di 19 juta, kemudian investor surat berharga negara di 1,4 juta. Dan angkanya bertumbuh semua bertumbuh hijau," tuturnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-03 22:32