Gus Dur Pahlawan Nasional, Sinta Nuriyah: Pemikirannya Tak Akan Pernah Luntur

2026-01-17 03:02:50
Gus Dur Pahlawan Nasional, Sinta Nuriyah: Pemikirannya Tak Akan Pernah Luntur
JOMBANG, - Sehari setelah suaminya menerima gelar Pahlawan Nasional, Hj Sinta Nuriyah, Istri KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, berziarah ke makam Gus Dur yang berada di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa .Istri Presiden ke-4 Republik Indonesia tersebut didampingi Yenny Wahid. Kedatangannya disambut Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.Dalam kesempatan itu, Sinta Nuriyah menyampaikan bahwa perjuangan Gus Dur maupun pemikiran-pemikirannya tentang kemanusiaan, demokrasi, keadilan, dan toleransi, perlu diteruskan.Baca juga: Gus Dur Pahlawan Nasional, Yenny Wahid dan Sinta Nuriyah Sampaikan Terima KasihDidampingi putrinya, Yenny Wahid, Sinta Nuriyah menyatakan pemikiran Gus Dur akan selalu hidup di tengah masyarakat.Untuk itu, Ia mengajak seluruh masyarakat meneladani perjuangan Gus Dur, serta menyebarkan pemikiran-pemikirannya.“Pemikiran Gus Dur tentang kemanusiaan, demokrasi, keadilan, dan toleransi tidak akan pernah luntur. Itu adalah peninggalan besar yang akan terus diperjuangkan,” kata Sinta Nuriyah di Pesantren Tebuireng, Selasa.Baca juga: Gus Dur Jadi Teladan Toleransi, MI Al Muttaqin Cilacap Ajak Siswa Belajar Lewat SeniMenurut Sinta Nuriyah, saat ini, apa yang menjadi perjuangan dan pemikiran pemikiran Gus Dur belum sepenuhnya terealisasi.Isu-isu tentang kemanusiaan, demokrasi, keadilan, serta toleransi, masih terus berputar seperti “pusaran angin” yang memerlukan pegangan agar kembali tenang.Sementara itu, Yenny Wahid, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada Gus Dur.Menurutnya, pemberian gelar Pahlawan Nasional tersebut menjelaskan bahwa pemikiran dan perjuangan Gus Dur semasa hidup, memperoleh penilaian penting dari pemerintah.“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih, rasa syukur, dan dengan penuh kerendahan hati, kami menerima gelar yang telah diberikan oleh pemerintah kepada Gus Dur,” kata Yenny Wahid.“Karena ini sebagai simbol bahwa apa yang telah diperjuangkan oleh Gus Dur selama ini, menjadi nilai-nilai yang dianggap penting oleh negara,” lanjut dia.Yenny juga menegaskan perjuangan Gus Dur semasa hidup, bukan dimaksudkan untuk memperoleh gelar maupun posisi tertentu.“Gus Dur berjuang tidak untuk mendapatkan titel dan posisi, tetapi murni datangnya dari hati nurani. Perjuangan untuk keadilan dan perjuangan untuk kemanusiaan,” ujar Yenny Wahid.Sebelumnya diberitakan, Gus Dur yang merupakan Presiden ke-4 Republik Indonesia, ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional lewat Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 6 November 2025. Gus Dur yang berasal dari Jawa Timur ditetapkan sebagai pahlawan dengan perjuangan politik dan pendidikan Islam.Namanya dikenal sebagai tokoh bangsa yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme di Indonesia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-17 00:48