IHSG Dibuka Melemah ke 8.201

2026-02-02 11:09:30
IHSG Dibuka Melemah ke 8.201
JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah pada awal perdagangan hari ini, Rabu .Indeks turun 40,00 poin atau 0,49 persen ke level 8.201,91.Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka di level 8.213,60 dan sempat bergerak di kisaran 8.181,90 hingga 8.240,31.Volume transaksi tercatat sebanyak 4,82 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,17 triliun.Baca juga: BEI Yakin IHSG Tembus 9.000 di Akhir 2025: Fundamental Kuat, Pasar Lagi On FireSebanyak 176 saham menguat, 349 saham melemah, dan 161 saham stagnan.Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pelemahan IHSG tersebut masih bersifat sementara.Secara teknikal, IHSG dinilai masih berada di awal wave (iii) of wave [iii], yang membuka peluang bagi kelanjutan penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu .IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan area target terdekat di 8.332-8.354.“Support: 8.144, 8.042 dan Resistance: 8.309, 8.365,” ujar Herditya dalam analisis hariannya.Sementara berdasarkan analisis teknikal, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico, IHSG diperkirakan berpotensi melemah terbatas dalam jangka pendek dengan kisaran support di level 8.020 dan resistance di level 8.290.“Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 8.020-8.290,” kata Nico.Tekanan jual masih berpeluang berlanjut seiring investor menanti arah sentimen global, terutama dari Amerika Serikat (AS).Dari mancanegara, perhatian pasar tengah tertuju pada sidang penting di Mahkamah Agung AS yang akan memutuskan legalitas perang tarif yang digagas oleh Donald Trump.Keputusan ini dinilai sangat krusial karena dapat menentukan apakah Trump berwenang menggunakan Undang-Undang Darurat 1977 (International Emergency Economic Powers Act) untuk menerapkan tarif impor secara sepihak kepada mitra dagang utama AS seperti Tiongkok, Kanada, dan Meksiko.Apabila Mahkamah Agung memutuskan bahwa kebijakan tersebut melanggar hukum, maka sebagian besar tarif impor yang diberlakukan Trump berpotensi dibatalkan, sekaligus membuka ruang kompensasi atas kerugian puluhan miliar dollar AS.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-02 10:39