Bahaya Game Online dengan Unsur Kekerasan, Eri Cahyadi Minta Semua Pihak Awasi Anak

2026-01-11 03:47:13
Bahaya Game Online dengan Unsur Kekerasan, Eri Cahyadi Minta Semua Pihak Awasi Anak
SURABAYA, - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyoroti, bahaya game daring yang mengandung unsur kekerasan bagi siswa. Dia meminta agar semua pihak melakukan pengawasan.Eri mengatakan, simulasi perampokan hingga perilaku penyalahgunaan zat terlarang yang terkandung dalam game online, dapat memengaruhi pola pikir anak yang memainkannya."Permainan daring berbau kekerasan sangat berbahaya, karena mengontaminasi pola pikir dan membentuk karakter anak menuju hal tidak baik," kata Eri, di SMPN 19 Surabaya, Kamis .Baca juga: 3.000 Anak di Jatim Kecanduan Gadget, Anggota DPRD Dukung Batasi Akses Game Online"Game-game ini bahkan secara halus memperkenalkan perilaku berbahaya, dan ini tanpa disadari membenarkan tindakan negatif dalam pikiran anak,” tambahnya.Oleh karena itu, Eri ingin mengembalikan pola pikir anak yang sudah terpapar game online berbahaya tersebut ke jalur yang positif. Dia meminta orang tua memberikan perhatian.“Orang tua memiliki harapan besar terhadap prestasi anak. Namun, keseimbangan akademik dan interaksi sosial tetap penting agar anak dapat tumbuh dengan karakter dan mental yang kuat," jelasnya.Selain itu, Eri juga meminta, agar anak lebih didorong untuk lebih aktif melakukan kegiatan secara sosial. Sebab, siswa menjadi lebih minder ketika terlalu lama menghabiskan waktu di rumah.Baca juga: Polri Sebut Perekrut Pakai Game Online hingga Instagram untuk Rekrut Anak-anak Jadi Teroris“Pemkot Surabaya melalui Dispendik, meminta sekolah membentuk lingkungan yang mendukung sosialisasi, di samping pembentukan Satgas yang terdiri dari Guru BK untuk mengawasi perilaku siswa,” ujarnya.Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh mengungkapkan, pihaknya ingin memastikan para pelajar SD dan SMP memanfaatkan media digital secara sehat dan bertanggung jawab."Semakin banyak tim yang mengingatkan dan semakin banyak ruang bagi anak-anak untuk curhat, semakin baik. Tujuannya memastikan anak memiliki wadah yang tepat dan terfasilitasi," ucap Yusuf.


(prf/ega)