Apindo Jateng Sambut Positif Penghapusan UMSK, Minta Daerah Lain Ikuti Jepara

2026-01-14 10:51:59
Apindo Jateng Sambut Positif Penghapusan UMSK, Minta Daerah Lain Ikuti Jepara
SEMARANG, - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah merespons positif penghapusan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di beberapa daerah, termasuk Jepara.Frans menilai langkah tersebut sudah tepat lantaran bagi pengusaha, kebijakan UMSK perlu dikaji ulang penerapannya untuk sektor tertentu.“Itu memang harus begitu karena kita perjuangkan begitu (dihapus). Karena UMSK itu harus dikaji. Jepara bersepakat untuk mengkaji (UMSK) 2026 sesuai aturan Mahkamah Konstitusi dan Peraturan Pengupahan,” kata Frans saat dikonfirmasi, Senin .Menurut Frans, sektor seperti garmen semestinya tidak masuk dalam kategori UMSK.Dia berharap agar daerah lainnya mengikuti langkah Jepara untuk mengkaji ulang UMSK di wilayahnya.“Tidak bisa misalnya sembarangan tentukan misalnya sektor garmen, itu tidak masuk di dalam kategori sektoral (UMSK). Jepara ini sudah betul, daerah lain kita harap mengikuti karena itu sudah ada secara limitatif persyaratan bisa ada sektoral,” lanjutnya.Baca juga: Buruh Akan Demo di Istana Negara Hari Ini, Tuntut Revisi UMSK Jawa BaratFrans mengeklaim, dalam praktiknya perusahaan sudah memberikan upah lebih tinggi bagi pekerjaan yang berisiko, membutuhkan keterampilan khusus, atau memiliki beban kerja berat.“Kalau pekerjaan berat, berbahaya, mengandung risiko atau butuh keterampilan tinggi, kita (perusahaan) bayar lebih. Itu sudah berlaku dalam pasar kerja,” ujarnya.Dia juga menyebut bagi perusahaan yang mengalami kemajuan selama 2025 layak dimintai kenaikan upah oleh buruh di dalamnya.Baca juga: Kecewa UMSK 2026 Tak Kunjung Disahkan, Massa Buruh Majalengka Blokade Jalan NasionalNamun bagi perusahaan yang minus dalam keuangan perlu dimaklumi bila hanya memberi sedikit kenaikan upah pada 2026.“Perusahaan yang maju yang tahun itu bagus, ya buruh akan tuntut kenaikan upah lebih banyak itu wajar. Tapi perusahaan yang kurang mampu atau memang tahun itu agak minus ya kenaikan upah juga sedikit. Mereka tahu itu ya itu itu realitas di dalam kehidupan perusahaan,” bebernya.Sementara itu, Ketua Federasi Serikat Pekerja Industri Pertanian (FSPIP) sekaligus anggota Dewan Pengupahan Jawa Tengah, Karmanto, menyayangkan hilangnya UMSK di beberapa daerah.Karmanto menyoroti Kota Semarang dan Kabupaten Jepara, di mana sejumlah sektor unggulan yang sebelumnya memiliki UMSK kini tidak lagi tercantum.“Di Jepara, semua sektor hilang total. Tahun 2025 ada UMSK, tapi tahun 2026 tidak ada. Di Kota Semarang, sektor konveksi pakaian jadi dan furniture yang kami usulkan juga tidak masuk. Ini jelas kemunduran,” ungkap Karmanto.Ia menyebut, keputusan tersebut bertolak belakang dengan kondisi sektor unggulan yang menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tinggi, memiliki pertumbuhan industri signifikan, serta berorientasi ekspor.Baca juga: UMSK 8 Kabupaten/Kota Siap Ditetapkan, Dedi Mulyadi Ungkap Kendala di Purwakarta“Kami kecewa, karena sektor-sektor unggulan yang menopang ekonomi daerah justru dihapus dari daftar UMSK. Padahal, sektor ini penting untuk buruh dan daerah,” tambahnya.Buruh menilai terlepas adanya kenaikan upah, besaran UMK dan UMSK di Jawa Tengah saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL) buruh.“Pendapatan buruh sebulan ini belum mencukupi kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, daya beli masyarakat akan lemah karena mereka lebih banyak menahan pengeluaran,” katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-14 09:32