Alexander Isak Alami Patah Pergelangan Kaki, Pukulan buat Liverpool

2026-01-16 04:39:56
Alexander Isak Alami Patah Pergelangan Kaki, Pukulan buat Liverpool
- Alexander Isak dipastikan harus dioperasi untuk mengatasi cedera pergelangan kaki. Isak bakal absen membela Liverpool dalam kurun beberapa bulan mendatang.Cedera pergelangan kaki didapatkan Alexander Isak dalam partai pekan ke-17 Liga Inggris 2025-2026 Tottenham vs Liverpool di Stadion Tottenham, Sabtu .Alexander Isak menyumbang satu gol dalam pertandingan yang dimenangi Liverpool dengan skor 2-1.Namun, gol Isak seperti berkah sekaligus kutukan bagi Liverpool. Sebab, dalam proses bikin gol, sang penyerang Swedia mendapatkan cedera.Ia terlibat benturan dengan bek Spurs, Micky van de Ven, yang berupaya melakukan adangan.Baca juga: Liverpool Darurat Striker Usai Isak Cedera, Arne Slot Cari Penyerang Baru?Kontak itu membuat Alexander Isak tak bisa melakukan selebrasi untuk golnya ke gawang Tottenham.Isak kemudian meminta bantuan medis dan mesti digotong keluar lapangan dengan tandu."Setelah diagnosis, operasi telah selesai dilakukan hari ini (Senin) untuk cedera pergelangan kaki yang meliputi fraktur fibula," demikian pernyataan resmi Liverpool"Rehabilitasi Isak sekarang akan dilanjutkan di sentra latihan AXA, tanpa jangka waktu pasti untuk waktunya kembali," tulis Liverpool.Cedera ini jelas kian mengganggu proses adaptasi Alexander Isak di Liverpool. Sebab, ia diperkirakan harus absen hingga beberapa bulan ke depan.Alexander Isak merupakan rekrutan anyar Liverpool di musim 2025-2026 dan sudah melewatkan sejumlah pertandingan di awal musim karena masalah kebugaran dan cedera pangkal paha.Baca juga: Update Kondisi Alexander Isak Usai Cedera Saat Bela Liverpool Kontra TottenhamTerhitung, Alexander Isak sudah pernah absen dalam lima laga Liverpool di Liga Inggris musim ini karena alasan kebugaran atau cedera.Konsistensi pun sulit didapatkan Alexander Isak yang didatangkan Liverpool dari Newcastle dengan rekor transfer senilai 125 juta pound (sekitar Rp 2,8 triliun).Dalam 16 pertandingan bersama Liverpool di semua ajang, Alexander Isak baru mengemas tiga gol.Seiring cedera terbaru Isak, Liverpool kabarnya mulai memikirkan untuk membeli penyerang baru pada bursa transfer Januari. Salah satu pemain yang dikaitkan dengan kubu The Reds adalah Antoine Semenyo (Bournemouth).


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-16 02:57