TAPANULI SELATAN, – Kementerian Kehutanan bersama Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, telah mengambil sampel kayu-kayu dari material banjir dan longsor yang terjadi di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Sampel lainnya juga diambil di Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).Dan hasilnya, teridentifikasi beberapa jenis pohon.Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda Kementerian Kehutanan, Yandi Irawan Sutisna, menjelaskan hasil identifikasi diperoleh dari sejumlah sampel kayu material banjir dan longsor yang diambil di beberapa titik. Baca juga: Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah, 3 Puskesmas, 1 Pustu Rusak dan Tak Bisa BeroperasiDi antaranya dari Jembatan Garoga 1 di Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jembatan Garoga 2, Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kilometer 6 dan Kilometer 8 di Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah."Jumlah sampel kayu yang kami ambil sebanyak 43 potongan sampel, yang teridentifikasi 15 jenis pohon, dan belum diketahui ada 7 jenis pohon," ungkap Yandi saat menggelar konferensi pers, di Jembatan Garoga 1, Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu .ORYZA PASARIBU/KOMPAS.COM Kementerian Kehutanan bersama Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri saat melakukan konferensi pers terkait bencana banjir dan longsor di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa . Tim mengambil 43 sampel kayu (material banjir dan longsor) dan mengidentifikasi jenis pohon-pohon yang ditemukan. Yandi mengatakan, di Jembatan Garoga 1, mereka mengambil 18 sampel potongan kayu, dan sudah dilakukan uji laboratorium pada 5 - 6 Desember."Dan teridentifikasi jenis pohonnya ada 10, yaitu pohon karet, meranti, parinari, puspa, durian, nyatoh, agathis (damar), daru, bayur dan parapat," bebernya.Baca juga: Banyak yang Masih Terisolasi di Tapanuli Tengah, Kapolres : Hanya Bisa Helikopter atau Lewat HutanKemudian di Jembatan Garoga 2, teridentifikasi 6 jenis pohon dari sampel kayu-kayu yang diambil, yaitu pohon nyato, bayur, meranti, karet, puspa, dan durian."Lalu di kilometer 6, ada 11 sampel kayu yang kami ambil, dan teridentifikasi dengan jenis pohon, yaitu pohon medang, sendok-sendok, kisereh, karet, bayur, johar, dan pasang," sebutnya.Selanjutnya di kilometer 8, mereka mengambil 6 sampel potongan kayu, dan teridentifikasi sebagai pohon karet, ara, dan aglaia (mahoni)."Dan kami juga memetakan, setiap sampel yang kami ambil, kami juga ambil titik koordinatnya. Dan yang belum dikenali, kami kirim ke laboratorium di Bogor, untuk diidentifikasi," ucapnya.Yana menyampaikan, dari sampel-sampel yang diambil, dapat diketahui apakah disebabkan longsor, tebangan, atau ditumbang.Baca juga: Desa Nauli Sitahuis, Tapanuli Tengah yang Terisolasi dan Dikepung 10 Titik LongsorBareskrim telusuri sumber kayu pemicu banjir bandang batangtoruDirektur Tipidter (Tindak Pidana Tertentu) Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni mengungkapkan perkembangan penyelidikan dugaan penyebab banjir bandang dan longsor di Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan.
(prf/ega)
Kementerian Kehutanan Ungkap Asal-Usul Pohon yang Terbawa Banjir di Batangtoru, Tapanuli Selatan
2026-01-12 12:13:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 11:57
| 2026-01-12 11:16
| 2026-01-12 11:05
| 2026-01-12 10:42
| 2026-01-12 10:16










































