Uskup Agung: Rangkaian Bencana Bawa Pesan Pertobatan Ekologis Nasional

2026-01-13 09:32:54
Uskup Agung: Rangkaian Bencana Bawa Pesan Pertobatan Ekologis Nasional
Jakarta - Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo menyatakan bahwa rangkaian bencana alam yang terjadi di berbagai daerah menjadi lonceng peringatan bagi bangsa Indonesia, untuk melakukan pertobatan ekologis secara nasional. Dia menilai, bencana alam tidak semata-mata disebabkan faktor alam, tetapi juga erat kaitannya dengan perilaku manusia yang merusak lingkungan hidup.Konteks perayaan Natal 2025 pun tidak dapat lepas dari situasi bencana yang dialami masyarakat di sejumlah wilayah, seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, yang mengalami dampak sangat besar usai dilanda banjir bandang dan tanah longsor. Pertobatan ekologis harus dimaknai sebagai perubahan cara pandang dan gaya hidup manusia, agar lebih bertanggung jawab terhadap alam sebagai bagian dari ciptaan Tuhan.Advertisement“Kerusakan lingkungan yang berujung pada bencana harus menjadi refleksi bersama tentang apa yang perlu dibenahi dalam cara kita memperlakukan alam,” tutur Suharyo di Gereja Katedral Jakarta, Kamis .Ia memaparkan, bahwa pertobatan ekologis tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar, namun dapat dimulai dari langkah-langkah kecil dan konkret dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari pengurangan sampah, penggunaan sumber daya secara bijak, hingga kebiasaan hidup yang tidak berlebihan sebagai bagian dari tanggung jawab moral terhadap lingkungan. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-13 09:07