BPK Temukan Masalah Informasi Cuaca-Peringatan Dini BMKG, DPR Desak Berbenah

2026-02-04 13:07:17
BPK Temukan Masalah Informasi Cuaca-Peringatan Dini BMKG, DPR Desak Berbenah
JAKARTA, - Komisi V DPR RI meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera melakukan pembenahan menyeluruh, setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sejumlah masalah dalam layanan informasi cuaca dan peringatan dini bencana.Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan, hasil audit BPK menunjukkan BMKG belum maksimal dalam menjalankan fungsi pelayanan informasi publik yang sangat penting bagi keselamatan masyarakat.“Poin 1 itu BMKG belum sepenuhnya menerapkan regulasi terkait pelaksanaan fungsi, pelayanan, dan penyampaian informasi hasil pengamatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika,” ujar Lasarus dalam rapat kerja bersama BMKG dan Basarnas di DPR RI, Senin .Baca juga: BMKG Sudah Wanti-wanti Cuaca Ekstrem Sumut 8 Hari Sebelum Bencana, Aceh-Sumbar 4 HariTemuan lainnya, lanjut dia, menunjukkan bahwa penyampaian informasi peringatan dini belum efektif dan pemanfaatan sistem hidrometeorologi untuk mendukung pencegahan banjir, kekeringan, dan longsor masih belum optimal.“Temuan nomor 6, pelayanan informasi BMKG dalam rangka peringatan dini bencana belum sepenuhnya efektif. Temuan nomor 7, pemanfaatan output sistem informasi hidrometeorologi, hidrologi, kemudian hidrogeologi terkait peringatan dini banjir, kekeringan, dan tanah longsor belum optimal,” ucapnya.Lasarus pun mempertanyakan kinerja BMKG yang masih belum memuaskan, meski lembaga tersebut memperoleh dukungan anggaran besar dan memiliki Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).Baca juga: BMKG Peringatkan Potensi Bencana akibat Siklon Tropis di Selatan Sumatera, Jawa, Bali, hingga Papua“BMKG ini cukup gede anggarannya setiap tahun… Tapi kinerjanya, ini hasil BPK lho, Pak. Kinerjanya itu masih jauh dari kata memuaskan,” katanya.Menurut Lasarus, permasalahan yang terjadi mengakibatkan informasi BMKG tidak tepat sasaran dan tidak segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait saat terjadi potensi bencana.Dia juga menyoroti pengadaan barang dan jasa di BMKG yang dinilai masih menjadi catatan dalam laporan audit sebelumnya.Karena itu, dia meminta Kepala BMKG baru, yakni Teuku Faisal Fathani bekerja cepat untuk memperbaiki tata kelola internal.“Ini Kepala BMKG yang baru, Pak. Pak Faisal ya, Bapak baru. Tolong benahi, Pak, di sana. Lakukan perbaikan. Saya khawatir, Pak, ada yang dipelihara di dalam terlalu lama. Akhirnya enggak mau keluar dari zona nyaman,” ujarnya.Baca juga: BMKG Beri Peringatan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabodetabek Awal Desember 2025Lasarus mengingatkan bahwa kinerja BMKG memiliki dampak luas, terutama di sektor pertanian dan keselamatan publik.Dia menegaskan DPR akan terus mengawasi pembenahan yang dilakukan lembaga tersebut.“BMKG ini salah satu tulang punggung dari pembangunan kita untuk menentukan cuaca kapan nanam, kapan masa panen, kapan akan terjadi badai, kapan panas, kapan hujan. Kan itu kerjanya BMKG,” jelas Lasarus.“Kita ini kan negara agraris, Pak. Kita sangat butuh informasi cuaca yang up-to-date, yang mendukung kekuatan ketahanan pangan, keamanan dan keselamatan masyarakat, dan seterusnya. Jadi, sangat besar sebetulnya beban yang menjadi tanggung jawab dari BMKG,” sambungnya.Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Banjir Sumatera: Curah Hujan Bulanan Tumpah dalam Satu HariLasarus menegaskan, jika tidak ada perbaikan signifikan, DPR bisa membentuk panitia kerja (Panja) untuk mendalami lebih jauh persoalan di BMKG.“Kalau tidak, nanti akan kami tempuh cara-cara yang sesuai aturan dan ketentuan berlaku, yaitu melakukan pengawasan sesuai kewenangan yang ada pada kami,” pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-04 11:36